Digitalisasi Cabang, Bank Mandiri Terapkan 3 Konsep Digital Branch

REGIONAL CEO Bank Mandiri Bali dan Nusa Tenggara, Hendra Wahyudi, saat menunjukan Smart Branch di Menara Mandiri Surapati. Foto: ist
REGIONAL CEO Bank Mandiri Bali dan Nusa Tenggara, Hendra Wahyudi, saat menunjukan Smart Branch di Menara Mandiri Surapati. Foto: ist

DENPASAR– Bank Mandiri terus melakukan digitalisasi proses bisnis di era digitalisasi. Selain Livin & Kopra, manajemen Bank Mandiri juga mengimplementasikan inovasi terkini di bidang perbankan digital dengan meningkatkan digitalisasi fungsi layanan dan tampilan fisik cabang melalui implementasi smart branch.

Regional CEO Bank Mandiri Bali dan Nusa Tenggara, Hendra Wahyudi, menjelaskan smart branch merupakan transformasi cabang layanan digital yang dibentuk Bank Mandiri dengan model cabang dikelompokkan menjadi tiga tipe layanan untuk memberikan pengalaman transaksi yang sesuai dengan tingkat adopsi digital nasabah.

Bacaan Lainnya

‘’Yang pertama, kami menyediakan layanan dalam bentuk digital box untuk nasabah dengan tingkat adopsi digital tinggi dan membutuhkan layanan transaksi yang simpel dan cepat (self-service) baik buka rekening maupun ganti kartu cukup satu menit,’’ jelasnya, Selasa (10/5/2022).

Dikatakan, layanan yang kedua adalah hybrid branch yang diperuntukkan untuk nasabah dengan adopsi digital tinggi, namun layanan yang dibutuhkan cukup kompleks. Sedangkan yang ketiga adalah upgrade branch bagi nasabah yang baru mengakses digital.

Pengembangan jaringan cabang khusus di Bank Mandiri Region XI – Wilayah Bali dan Nusa Tenggara untuk tahun 2022 menjadi smart branch direncanakan berjumlah 23 cabang dan 2 digital box, terdiri dari 19 hybrid branch, 4 cabang upgrade branch, dan 2 digital box yang terletak di Menara Mandiri Surapati, Denpasar dan di Arrival Domestic – Bandara Ngurah Rai.

Baca juga :  Parmas Pilkada Badung Termasuk Mengejutkan, Abiansemal Tertinggi, Kutsel Terendah

Untuk mengimplementasikan pengembangan seluruh smart branch di Region XI, juga telah melakukan berbagai persiapan implementasi mulai dari survei lokasi dan penentuan desain, pengadaan kontraktor hingga proses konstruksi, pengadaan instalasi perangkat yang dibutuhkan, hingga proses perijinan dari pihak-pihak terkait agar smart branch di Region XI dapat live beroperasi.

‘’Tidak hanya dari sisi infrastruktur dan perijinan, kami juga melakukan persiapan dari sisi sumber daya manusia. Saat ini kami sedang melakukan re-mapping serta profiling general bankers yang akan bertugas di setiap smart branch,’’ ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan training untuk peningkatan kemampuan pegawai cabang juga sedang dilaksanakan, dari yang sebelumnya fokus pada layanan transaksional menjadi focus product dan digital advisory. Ditegaskan, salah satu digital box di Bank Mandiri Region XI yaitu digital box Menara Mandiri Surapati telah efektif untuk beroperasi karena sudah mendapatkan izin operasional dari regulator mulai tanggal 10 Mei 2022.

Dengan beroperasinya digital box Menara Mandiri Surapati, diharapkan dapat memberikan pengalaman baru yang dapat meningkatkan engagement nasabah untuk melakukan transaksi di cabang. Ia juga berharap implementasi digital box tersebut dapat memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan, serta dapat menjawab kebutuhan nasabah dalam bertransaksi. nan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.