Simulasi ANBK SMP di Denpasar, Ada yang Hadirkan Siswa ke Sekolah, Ada yang Tidak

  • Whatsapp
SIMULASI ANBK di SMP PGRI 5 Denpasar, Rabu (25/8/2021) tidak menghadirkan siswa kelas sekolah. Foto: ist
SIMULASI ANBK di SMP PGRI 5 Denpasar, Rabu (25/8/2021) tidak menghadirkan siswa kelas sekolah. Foto: ist

DENPASAR – Sebagai persiapan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri/swasta di Kota Denpasar, Rabu (25/8/2021) melakukan simulasi. Simulasi ANBK juga diikuti Sekolah Dasar (SD). Sementara ANBK akan dilaksanakan pada Oktober mendatang.

ANBK merupakan sebuah evaluasi yang dilakukan pemerintah untuk pemetaan mutu sistem pendidikan pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah. Nantinya, ANBK bakal digelar daring dan semi-daring.

Bacaan Lainnya

Simulasi ANBK SMP di Denpasar, ada yang menghadirkan siswa ke sekolah, ada yang tidak. Di SMPN 10 Denpasar, misalnya, simulasi ANBK diikuti 30 siswa. Menurut Kepala SMPN 10 Denpasar, I Wayan Sumiara, pihak sekolah berkirim surat ke orang tua siswa untuk meminta persetujuan mengikuti simulasi ANBK. Juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kota Denpasar.

Siswa yang terlibat dalam simulasi ini wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dalam simulasi ini siswa mengerjakan soal dengan sistem komputer selama 90 menit.

Sementara sekolah lain, seperti SMP PGRI 5 Denpasar, tidak menghadirkan siswa mengikuti simulasi ANBK. Peran siswa digantikan oleh guru. Menurut Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Made Raditya Berata, pihaknya tidak berani melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dengan menghadirkan siswa ke sekolah. ‘’Kita taat aturan dan taat asas,’’ tegas Raditya Berata.

Baca juga :  516.450 Warga Denpasar Sudah Divaksin Covid-19 Tahap Pertama

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, membenarkan ada SMP yang menghadirkan siswa ke sekolah untuk mengikuti simulasi, dan ada yang tidak. ‘’Surat Disdikpora Bali dipakai sebagai dasar,’’ tulis Eddy Mulya saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Sebelumnya, Eddy Mulya menyampaikan, simulasi ANBK di Kota Denpasar tidak melibatkan siswa yang sebelumnya telah dipilih secara acak oleh pemerintah pusat (Kemendikbudristek). Simulasi diikuti 35 siswa kelas V per sekolah di pendidikan dasar dan 45 siswa kelas VIII di pendidikan menengah. Pertimbangannya, salah satunya terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 karenanya mengambil kebijakan tidak menghadirkan siswa dalam simulasi ANBK tersebut. Sebagai gantinya guru yang menggantikan peran siswa.

Ia mengatakan, simulasi ANBK untuk tingkat SMP diikuti 78 sekolah, dimana 69 sekolah di antaranya melaksanakan secara mandiri dan 9 sekolah masih menumpang. Dari jumlah itu, 63 sekolah melaksanakan simulasi ANBK secara daring dan 18 sekolah secara semi-daring.

Untuk tingkat SD, sebanyak 176 sekolah melaksanakan simulasi ANBK secara mandiri, 6 sekolah masih menumpang dan 69 sekolah mandiri ditumpangi. Simulasi ANBK tingkat SD dilaksanakan secara bergilir tiap korwil. Dimulai dari SD/MI negeri/swasta di Korwil Denpasar Utara pada Rabu (25/8/2021), dilanjutkan pada Kamis (26/8/2021) untuk SD/MI negeri/swasta di Korwil Denpasar Barat. Sementara SD/MI negeri/swasta di Korwil Denpasar Selatan dan Denpasar Timur dilaksanakan pada 30 dan 31 Agustus 2021.

Baca juga :  Cari ke Dasar Kubangan, Tim SAR Temukan Pancing Korban

Terdapat tiga tipe asesmen yang akan diujikan pada AN, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berupa literasi dan numerasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Untuk survei lingkungan belajar, ia mengungkap bentuknya seperti angket yang diisi oleh siswa, guru dan kepala sekolah untuk menganalisa jalannya pembelajaran.

Sementara literasi dan numerasi pada AKM ditentukan berdasarkan kompetensi paling dasar yang perlu dimiliki siswa. Kedua aspek ini dinilai berperan penting dalam aspek kehidupan, yakni pengaplikasian diri dalam kehidupan masyarakat, pemahaman beriman dan bertaqwa, serta bernalar kritis secara akademis dan dalam kegiatan sehari-hari. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.