POSMERDEKA.COM, BULELENG – Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Bali I Wayan Winurjaya, SE, mengatakan, hasil dari Kejurprov PBSI Bali 2025 ini akan dikirim mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2026 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Desember mendatang.
”Pengprov PBSI Bali akan menanggung penuh biaya para juara Kejurprov Bali 2026 ini, sesuai dengan kesepakatan dari hasil rapat. Yang juara dua (runner up) juga punya peluang diberangkatan,” ungkap Winurjaya saat dikonfirmasi Sabtu (10/10/2026) malam.
Hanya karena keterbatasan anggaran yang ada, tambah dia, pemain yang meraih juara dua di Kejurprov ini, tidak sepenuhnya ditanggung Pengprov PBSI Bali. ”Tapi kami (PBSI Bali) akan memberi subsidi seragam tim agar kostum seluruh pebulutangkis wakil Bali sama di kejurnas nanti,” imbuh Winurjaya.
Apakah itu artinya para juara dua Kejurprov 2026 berangkat secara mandiri jika mau ikut Kejurnas? ”Tidak juga, kan kita dapat bantuan juga dari pusat untuk kejurnas ini. Memang tidak banyak, tapi akan coba kami maksimalkan. Saya akan koordinasikan dengan Pengkab/Pengkot. Sesuai dengan moto PBSI ”bersama kita bisa,” mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk para pemain juara dua,” ungkap Winurjaya.
Apresiasi Buleleng
Pada bagian, ia juga mengapesiasi semangat Pengkab PBSI Buleleng yang dikomandoi (ketua umum) Anak Agung Ketut Widia Putra, dengan menggelar kejurprov ini tidak seperti biasanya di pusat kota, namun dilangsungkan menepi ke barat di Kecamatan Seririt.
”Ini sangat baik jika dicermati dari sisi positifnya, lebih mempopulerkan cabang olahraga bulutangkis ke seluruh pelosok di Kabupaten Buleleng.Terlebih kalau kita flash back ke belakang, Buleleng kan penah jadi barometer kekuatan bulutangkis Bali era Made Chadra Berata, kalau tak salah tahun 1990-an,” tutur Winurjaya.
PBSI Bali, tambah dia, juga melakukan gebrakan positif di sela-sela pelaksanaan kejurprov 2026 ini, dengan mengundang tokoh-tokoh bulutangkis Bali sekaligus diberikan piagam penghargaan saat acara galla dinner.
Beberapa yang hadir diantaranya Dewa Puspaka (mantan Ketua Umum Pengkab PBSI Buleleng), I Gede Beratha (mantan Ketua Umum PBSI Bali era 80-an), serta sejumlah tokoh lainnya yang berhalanga hadir seperti I Gusti Ketut Anom (mantan Ketua Umum PBSI Bali).
”Loyalitas dan dedikasi beliau-beliau ini patut kita hargai dan jadi panutan. Mudah-mudahan spirit yang ditularkan ke kita sebagai penerusnya, menjadi inspirasi PBSI Bali melangkah meraih prestasi, paling tidak mencetak talenta-talenta muda yang nantinya bisa dilirik PP PBSI,” pungkas Winurjaya. yes























