Siaga Badai La Nina, BPBD Imbau Masyarakat Waspada

  • Whatsapp
KEPALA Pelaksana BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa. foto: ist

DENPASAR – Badai La Nina diprediksi akan terjadi pada Bulan November hingga Februari. Kondisi ini juga diprediksi mengakibatkan peningkatan curah hujan hingga 70 persen di Kota Denpasar. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kota Denpasar mengimbau masyarakat agar lebih hati hati dan waspada.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa menjelaskan, Badai La Nina identik dengan hujan deras disertai dengan angin kencang. Guna mencegah hal yang tidak diinginkan, pihakya menyiagakan seluruh personil di 4 Pos yang disertai dengan peralatan lengkap.

Bacaan Lainnya

Selain itu, lanjut Gus Joni, pihaknya juga secara intens terus berkordinasi dengan BMKG. Sehingga upaya mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan dapat dioptimalkan sedini mungkin.

“Sesuai dengan prediksi BMKG, bahwa Badai La Nina akan terjadi pada November ini hingga Februari 2022, dan kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.

Masyarakat juga diimbau menunda untuk bepergian jika terjadi hujan lebat. Namun demikian, jika terpaksa untuk bepergian, agar menghindari berteduh atau berdekatan dengan pohon perindang yang besar, papan reklame serta piranti ketinggian lainya.

Gus Joni menambahkan bahwa masyarakat juga diharapkan berperan aktif untuk memberikan informasi berkaitan dengan keberadaan pohon perindang yang membahayakan. Selain itu, masyarakat juga agar tidak membuang sampah sembarangan untuk mengindari banjir.

Baca juga :  IDI Denpasar Bantu Vitamin Pasien Isoman

“Kami juga telah berkordinasi bersama OPD terkait seperti halnya DLHK untuk optimalisasi perompesan pohon dan DPUPR untuk normalisasi alur sungai dan perawatan tebing dan terasering yang rawan longsor,” ujarnya.

“Jadi kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap musim penghujan dan Badai La Nina, hindari pohon besar, papan reklame dan piranti lainya yang tinggi, serta segera menghubungi BPBD Kota Denpasar melalui saluran telepon di 112 atau 0361 223333, masyarkat juga diimbau untuk memantau kerawanan Bencana lewat Aplikasi Inarisk dan Info BMKG,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.