Sepuluh Tahun Lagi Tabanan Terancam Kumuh

  • Whatsapp
SAMPAH jadi salah satu sumber penyebab air parit meluap di sisi selatan Jalan Flamboyan Tabanan, Minggu (13/12/2020). Hal serupa juga terjadi di beberapa titik di seputaran Tabanan. Foto: gap
SAMPAH jadi salah satu sumber penyebab air parit meluap di sisi selatan Jalan Flamboyan Tabanan, Minggu (13/12/2020). Hal serupa juga terjadi di beberapa titik di seputaran Tabanan. Foto: gap

TABANAN – Kekhawatiran jika Tabanan sepuluh tahun lagi terancam kumuh, bukan hal yang berlebihan. “Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai saja masih rendah, dan hal ini bisa dikhawatirkan jika sepuluh tahun lagi Tabanan akan jadi kota kumuh,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Made Subagia, Minggu (13/12/2020).

Menurut Subagia, kekhawatiran tersebut sudah bisa terlihat saat musim hujan saat ini. Sungai kecil atau telabah, parit, dan beberapa saluran air lainnya, tersumbat tumpukan material sampah. Akibatnya, air pun meluap hingga ke jalan raya dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

“Bukan hanya air yang meluap, namun material sampah, terutama sampah plastik juga terbawa keluar dan mengotori jalan raya. Saya tahu itu di beberapa titik, dan salah satunya di Jalan Flamboyan dekat Rumah Sakit Kasih Ibu Tabanan. Itulah yang saya sebutkan kesadaran masyarakat masih rendah dan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai maupun di parit,” bebernya.

Subagia menejelaskan, sudah ada aturan yang terus disosialisasikan ke masyarakat. Di antaranya Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, dan Pergub Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut. Untuk saat ini, pihaknya tetap mengerahkan petugas kebersihan di lapangan untuk mengatasi sampah di parit maupun yang berserakan di jalan raya. Selain itu, juga akan melibatkan Dinas PUPR, baik yang di tingkat kabupaten maupun provinsi, karena sebagian lokasi tersebut juga berada di jalan provinsi.

Baca juga :  Bali Era Baru, Pemprov Bali Apel Virtual

“Menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan sebenarnya sudah ada sejak dulu. Peraturan-peraturan pun sudah dibuat. Jika tak segera diatasi dan dibarengi dengan kesadaranmasyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, hal inilah yang bisa membuat Tabanan sepuluh tahun lagiterancam kumuh,” pungkas Subagia dengan nada tinggi.

Sementara itu, beberapa warga yang terlihat melintas di jalan dekat luapan air dari parit di Jalan Flamboyan, tak begitu hirau. Arus lalu lintas tetap berjalan, meskipun beberapa kendaraan terlihat bergerak pelan dan berhati-hati ketika melintasi genangan air di jalan raya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.