Sepasang Bule Foto Ciuman di Pura Lempuyang

TANGKAPAN layar sepasang bule berciuman mesra saat berfoto di candi bentar Pura Lempuyang di Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Video tersebut memantik sejumlah reaksi warganet di media sosial. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Sepasang bule berciuman mesra saat berfoto di candi bentar Pura Lempuyang di Desa Tribuana, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Video tersebut memantik sejumlah reaksi warganet di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat awalnya sepasang bule hanya berfoto biasa. Setelah itu, yang laki-laki kemudian berlutut seperti sedang mengungkapkan cinta dengan memberi sebuah cincin. Setelah cincin diterima pasangannya, keduanya kemudian berdiri dan berciuman mesra dalam beberapa detik.

Read More

Terkait aksi bule berciuman itu, Bendesa Purwayu, Jero Mangku Jati, yang dimintai konfirmasi membenarkan adanya. Dia sangat menyayangkan peristiwa itu, padahal pihak desa sudah berusaha memandu para wisatawan semaksimal mungkin. Bahkan di setiap titik kawasan yang merupakan tempat kunjung bagi para wisatawan, disediakan papan edukasi sebagai petunjuk kepada para wisatawan supaya mereka tertib berwisata.

“Bule itu berfoto kejadiannya dua hari lalu, Senin (24/7). Kami lalai karena bule tersebut mengajak salah seorang rekannya untuk melakukan aktivitas foto ciuman secara diam-diam. Pemandu kami saat itu lalai, sehingga bule tersebut beraksi dengan pose yang tidak sopan,” sesalnya, Rabu (26/72023).

Menyikapi insiden itu, dia berujar sudah melakukan paruman untuk segera melakukan upacara (pengerebuan) pembersihan dalam waktu dekat. Terlebih lagi hal ini beredar di medsos, supaya tidak memperuncing situasi di dunia pariwisata.

Dia melanjutkan, para wisatawan sudah diberi informasi ketika masih berada di parkiran Kemuda. Setelah itu selama di dalam bus menuju Pura Lempuyang, oleh para pemandu, juga diberi informasi terkait larangan selama berada di Pura Lempuyang.

Ketua PHDI Kabupaten Karangasem, Ni Nengah Rustini, juga menyayangkan hal tersebut. Dia berharap para pendamping tamu yang berwisata ke tempat-tempat suci atau kawasan suci, hendaknya lebih memperketat pengawasan.Jangan sampai berbuat porno dan nyeleneh di kawasan suci.

“Kita harus tetap menjaga kesucian tempat suci dan menjaga adat dan budaya Bali yang adiluhung, untuk dapat terciptanya masyarakat yang santi jagadhita. Jadi, saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi ke depan,” tegasnya menandaskan. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.