Selly Dijamin Prioritaskan Pemberdayaan Perempuan-Anak di Mataram

Selly Andayani. Foto: Ist
SELLY Andayani. Foto: Ist

MATARAM – Bakal calon Wali Kota Mataram, Putu Selly Andayani, berjanji memperjuangkan nasib kaum perempuan di Kota Mataram lebih maju dan sejahtera. Memberdayaan perempuan dijadikan program skala prioritas jika dipercaya masyarakat menjadi Walikota.

“Tekad ibu tentu melanjutkan pembangunan yang ada saat ini, baik di bidang infrastruktur, pendidikan dan juga kesehatan. Yang paling jadi fokus itu pemberdayaan perempuan,” kata Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram, Nyayu Ernawati, Minggu (26/7/2020).

Bacaan Lainnya

Nyayu mengatakan, Selly berkomitmen memberdayakan perempuan untuk memperbaiki perekonomian wilayah. Selain itu, persoalan kasus kekerasan anak yang meningkat di Mataram juga masuk daftar akan diselesaikan. “Sasarannya itu, karena perbaikan ekonomi daerah itu basisnya ada di perempuan. Perbaiki kualitas hidup perempuan, maka perbaikan ekonomi daerah akan terjadi,” tegas Ketua Fraksi PDIP Kota Mataram itu.

Saat ini Selly Andayani mengantongi rekomendasi dari PDIP dan PKS. Menurut Nyanyu, dalam waktu dekat akan ada parpol tambahan untuk memperkuat barisan parpol yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih itu. Kata dia, Ketua DPC PDIP Mataram, Slamat, sudah komunikasi intensif yang dilakukan bersama kader di DPD PDIP NTB untuk menambah koalisi yang ada. “Nanti saya kabari kalau surat rekomendasinya sudah ada,” tandas Nyanyu.

Kasus Perundungan Cukup Tinggi

Sederet kasus perundungan terjadi di sejumah sekolah di Indonesia, tak terkecuali di Kota Mataram. “Kita lihat kasus ini masih tinggi,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, dalam siaran tertulisnya.

Menurut Joko, kasus perundungan di Mataram bersifat tertutup, makanya tidak banyak diketahui masyarakat. Dari data LPA, kasus perundungan didominasi pelajar sekolah, mulai pelajar SD sampai SMA. Dia menegaskan, kasus perundungan sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan mental korban. “Yang ditakutkan efek setelah itu. Bisa saja korban menjadi pendendam, mengulangi hal serupa, atau bahkan melakukan kasus-kasus mengerikan selanjutnya,” pungkasnya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses