Selesai Direhab, Atap Gedung SDN 1 Batungsel Ambruk

  • Whatsapp
GEDUNG SDN 1 Batungsel, Kecamatan Pupuan, Tabanan, ambruk di bagian atap, dan selanjutnya segera proses perbaikan kembali. Foto: ist

TABANAN – Kebahagiaan keluarga besar SDN 1 Batungsel di Kecamatan Pupuan, Tabanan akan menempati bangunan gedung sekolah yang representatif usai direhab harus tertunda. Sebab, belum sempat dipergunakan, atap dan plafonnya ambruk. Kejadiannya Kamis (16/12/2021) malam. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Terkait kejadian tersebut, Perbekel Desa Batungsel bersama Kawil Batungsel Kelod, juga Kapolsek Pupuan AKP Wayan Suastika dan Bhabinkamtibmas Desa Batungsel, dengan didampingi Kepala SDN 1 Batungsel, Ni Made Santun Arini, melakukan pengecekan dan koordinasi di lokasi kejadian, Jumat (17/12/2021).

Bacaan Lainnya

‘’Bangunan SDN 1 Batungsel yang masih dalam proses rehab, mengalami jebol di bagian atap. Kejadiannya Kamis (16/12/2021) malam, sekitar pukul 21.15 Wita,’’ ungkap Arini.

Usai pengecekan ke lokasi, selanjutnya melaksanakan koordinasi dan mediasi dengan pihak konsultan proyek. Antara lain dengan I Gusti Made Saputra Tenaya dari CV Sanggar Agung, I Gusti Made Darma selaku perencana dari CV Cipta Agung Desain, dan I Nyoman Sukawana selaku pemborong dari CV Bakti Yoga.

Berdasarkan penjelasan konsultan proyek, kejadian atap jebol tersebut akibat dari masih menggunakan beberapa bahan bangunan yang lama. Katanya, itu sesuai peraturan dan anggaran proyek yang ada.
Sementara berdasarkan musyawarah, ada mufakat antara pihak desa, sekolah, dan konsultan proyek.

Baca juga :  Mangku Pastika Gandeng NCPI Bali Bantu Sembako untuk Pecalang

Dari pihak konsultan dan pemborong menyanggupi akan memperbaiki dan menjamin tidak akan terjadi hal yang sama. Terkait kejadian itu, pihak pemborong mengaku mengalami kerugian sekitar Rp300 juta.

Di tempat terpisah, Kadisdik Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama, juga mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak perencana dan pemborong.

“Dalam proses rehab bangunan tersebut memang dalam perencanaan kap baja tidak diusulkan. Namun untuk penanganan lebih lanjut sudah ada koordinasi, dan dari pihak pemborong juga sudah menyanggupi untuk melakukan perbaikan selama 45 hari kerja. Mudah-mudahan untuk selanjutnya kejadian ini bisa jadi pengalaman berharga dan tidak terulang lagi, apalagi ini menyangkut masalah keselamatan,” ujarnya menandaskan. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.