Selama Pandemi, Perceraian di Gianyar Meningkat

  • Whatsapp
JURU Bicara Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Wawan Edi Prastiyo. Foto: adi
JURU Bicara Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Wawan Edi Prastiyo. Foto: adi

GIANYAR – Selama pandemi Covid-19, angka perceraian di Kabupaten Gianyar meningkat signifikan. Tercatat sepanjang tahun 2020, ada 250 perkara perceraian yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar. Penyebabnya sebagian besar karena terjadi percekcokan hingga faktor ekonomi. Hak itu diungkapkan Humas Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Wawan Edi Prastiyo, Rabu (3/3/2021).

Disebutkannya, jumlah perkara perceraian tahun 2020 memang mengalami peningkatkan dibandingkan tahun 2019. Pada tahun 2020 ada 250 perkara, sedangkan di tahun 2019 hanya 199 perkara. Untuk tahun 2021 hingga memasuki bulan Maret ini, jelasnya, sudah ada 40 perkara perceraian yang diterima. Alasannya sebagian besar karena cekcok dan faktor ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Rata-rata karena percekcokan yang terus-menerus hingga akhirnya suami-istri tersebut pisah tempat tinggal. Ada juga yang disebabkan faktor ekonomi, ada juga karena keberadaan pihak ketiga,” ungkapnya.

Prosedur pendaftaran perkara perceraian, sebutnya, sama dengan pendaftaran gugatan perkara perdata yang lainnya. Para pihak ada melalui penasihat hukum, ada juga yang tanpa penasihat hukum. Setelah pendaftaran melalui PTSP, maka ditetapkan majelis hakim yang mengadili perkara dan majelis hakim menentukan hari sidangnya.

“Setelah para pihak hadir, dilakukan proses mediasi dengan menunjuk mediator bersertifikat. Kemudian dilakukan pemanggilan kepada para pihak oleh juru sita pengadilan,” jelasnya.

Baca juga :  Tim Gabungan Gencarkan Penegakan Prokes di Gianyar

Namun, jika mediasi gagal, dilanjutkan dengan pembacaan gugatan, jawab-jinawab dan pembuktian. Selama proses tersebut, sidang dilangsungkan secara tertutup. Hanya pada saat putusan saja dilakukan secara terbuka. “Prosesnya paling lambat sekitar tiga bulan sejak baca gugatan,” urainya menandaskan. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.