Sekolah Jangan Buru-buru Tatap Muka, Kewaspadaan Harus Dijaga

  • Whatsapp
PROSES pembelajaran daring di salah satu sekolah di Denpasar. Foto: ist
PROSES pembelajaran daring di salah satu sekolah di Denpasar. Foto: ist

DENPASAR – Di tengah bergulirnya vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidik, pemerintah Indonesia merencanakan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli, saat pembukaan tahun ajaran baru. Sementara di Kabupaten Gianyar telah menjalankan PTM.

Pengamat pendidikan, Prof. Putu Rumawan Salain, Rabu (24/3/2021) mengatakan, Kota Denpasar hendaknya tidak perlu buru-buru melaksanakan PTM seperti yang dilakukan Kabupaten Gianyar. Khususnya bagi strata pendidikan dasar dari jenjang PAUD/TK, SD, SMP dan yang sederajat. Kenapa?

Bacaan Lainnya

‘’Karena jelas sekali untuk PTM dapat terselenggara di suatu wilayah kota atau kabupaten atas dasar SKB 3 menteri adalah yang pertama yang terkait dengan persoalan  apakah angka partisipasi penularan masih tinggi dan cenderung meningkat dalam waktu 3 bulan terakhir?’’ ulasnya.

Artinya apakah suatu wilayah termasuk zona merah, kuning atau hijau. Jika hijau dinyatakan boleh melaksanakan PTM dengan syarat ada izin dari pimpinan wilayah (wali kota atau bupati) bahkan wajib berkoordinasi dengan gubernur. Keberikutnya adalah adanya izin atau persetujuan dari orang tua. ‘’Jika salah satu tidak ada persetujuan maka PTM tidak dilaksanakan,’’ lugas mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Denpasar ini.

Prof. Rumawan melanjutkan, jika Kota Denpasar hendak melaksanakan PTM oleh karena telah memenuhi persyaratan SKB 3 menteri, maka protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat, terpimpin, dan berkelanjutan. Semisal bagaimana mencegah kerumunan ketika kelas belum dimulai atau setelah pulang sekolah.

Baca juga :  Pecah Rekor Lagi, Sehari Bali Tambah 230 Orang Positif Covid-19, Tabanan Kembali Terbanyak

Berikutnya, ujar Prof. Rumawan Salain melanjutnya, bagaimana dengan pelajaran kelas yang jumlah siswa ya antara 30 sampai 40 orang. Bagaimana fasilitas cuci tangan dan lainnya. Jika alasan karena para tenaga pendidik yang sudah divaksin lalu PTM dilaksanakan adalah keputusan yang belum tepat, karena jaminan bagi yang telah divaksin untuk tidak terinfeksi adalah tidak 100 persen.

‘’Atau katakanlah jika gurunya merasa aman karena divaksin lalu bagaimana dengan anak didiknya? Semoga tidak terjadi klaster sekolah yang berimbas ke klater rumah tangga,’’ sebut guru besar Universitas Udayana ini.

Untuk itu, ia menyarankan sebaiknya Kota Denpasar tidak membuka PTM ataupun uji coba. ‘’Lanjutkan saja kelas online atau daring sampai dengan situasi penyebaran Covid-19 menurun secara signifikan dan Kota Denpasar menjadi zona hijau,’’ lugasnya mengingatkan.

Di temui terpisah, Kabid Pembinaan SMP Disdipora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, berujar, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar mulai mempersiapkan sekolah tatap muka pada Juli mendatang dengan mempersiapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Uji coba nantinya akan dilakukan hanya untuk beberapa sekolah dengan mengikutkan sebagian siswa dari total jumlah siswa yang ada.

‘’Saat ini proses belajar mengajar untuk saat ini masih dilakukan secara daring. Tetapi dengan petunjuk dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang mengatakan Agustus 2021 sekolah tatap muka dibuka, Pemkot mulai mempersiapkan fasilitas protokol kesehatan yang ketat sebelum kegiatan tersebut dijalankan,’’ sebut Wiratama.

Baca juga :  Incar Tiket Olimpiade 2020, Indonesia Kirim 6 Peselancar ke El Salvador

Ia berkata, Disdikpora sudah melakukan koordinasi, bahwa belajar tatap muka akan digelar Juli 2021 mendatang. Tetapi, belajar tatap muka tidak dijalankan secara langsung melainkan akan dilakukan uji coba terlebih dahulu.

Ia mempersilakan sekolah yang ingin ikut uji coba PTM mendaftar ke Disdikpora Kota Denpasar. Sebelum bisa mengikuti uji coba, akan dievaluasi lebih dulu. Sekolah juga akan dipantau kesiapannya, jika belum siap baik itu dari sarana prasarana penunjang prokes sekolah yang sudah mendaftar tidak akan diperkenankan untuk mengikuti uji coba tersebut.

Wiratama berujar, teknis uji coba nantinya, siswa yang datang ke sekolah tidak keseluruhan. Dalam satu kelas hanya dibatasi setengahnya. Namun, mereka yang datang ke sekolah hanya sebatas pengenalan kelas dan sekolah yang hanya dibatasi maksimal waktu dua jam. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.