Sedih, Kawasan Kuta Sepi Lagi, Okupansi Hotel Sempat Meningkat Saat Libur Panjang

  • Whatsapp
GRAFIK perbandingan tingkat hunian kamar di Nusa Dua sepanjang tahun 2019 dan 2020 (Januari – Oktober). Foto: ist
GRAFIK perbandingan tingkat hunian kamar di Nusa Dua sepanjang tahun 2019 dan 2020 (Januari – Oktober). Foto: ist

MANGUPURA – Setelah seminggu sempat mendapat angin segar dari kunjungan wisatawan domestik, kini kondisi pariwisata Kuta kembali sepi. Dari pantauan Senin (2/11/2020), arus lalu lintas di wilayah Kuta kembali landai.

Padahal sebelumnya sempat terjadi kekroditan karena banyaknya wisatawan domestik yang berlibur ke Bali. Sejumlah akomodasi wisata juga tampak mulai sepi dari hunian wisatawan. 

Bacaan Lainnya

Praktisi pariwisata Kuta, Made Rudika, mendaku kunjungan wisatawan domestik di Kuta mulai Senin (2/11/2020) kembali sepi. Sebelumnya saat liburan panjang dan cuti bersama pada tanggal 25-31 Oktober 2020, kunjungan wisatawan domestik ke Kuta cukup menggeliat.

Kondisi itu berimbas pada tingkat hunian kamar hotel di wilayah Kuta yang rata-rata berkisar 40-45 persen. ‘’Memang kunjungan wisatawan domestik di Kuta cukup meningkat pada liburan panjang kemarin. Tapi pengaruhnya belum signifikan terhadap tingkat  hunian hotel di Kuta. Mungkin karena kamar yang tersedia cukup banyak, sementara tamu yang mengisi hanya wisatawan domestik,’’ terang pria pemilik Hotel Simpang Inn.

Dari 80 kamar hotel yang ia kelola, liburan panjang kemarin membuat tingkat hunian kamar hanya terisi 40-50 persen. Harga yang ditawarkan pun merupakan harga pandemi, dengan penurunan harga sebesar 50 persen. Strategi itu dilakukan untuk merangsang pasar, sekaligus menyesuaikan dengan tingkat perekonomian masyarakat yang pada umumnya masih sangat rendah.

Baca juga :  Sasar Tiga Desa, Tim Gabungan Prokes Badung Sidak Wilayah Mengwi

Selain di Kuta dan Legian, geliat kunjungan wisatawan di masa liburan panjang dan cuti bersama juga berimbas pada tingkat hunian hotel di kawasan pariwisata ITDC Nusa Dua. Tingkat hunian kamar saat libur panjang kemarin membuat tingkat hunian kamar di Nusa Dua mencapai 23,22 persen. Sedangkan pada minggu sebelumnya, tingkat hunian kamar rata-rata hanya mencapai 6,58 persen.

‘’Memang ada peningkatan okupansi saat liburan panjang 25 – 31 Oktober kemarin. Itu semuanya diisi oleh wisatawan domestik. Kondisi itu sejalan dengan peningkatan data traffic di bandara,’’ ujar Managing Director The Nusa Dua ITDC, IGN Ardita yang dihubungi terpisah, Senin (2/11/2020).

Berdasarkan data grafik perbandingan tingkat hunian  kamar hotel tahun 2019 dan 2010 di kawasan The Nusa Dua terhitung Januari-Oktober 2020, tingkat hunian kamar di Nusa Dua terlihat fluktuatif sejak terdampak pandemi Covid-19 dan pemberlakuan new normal. 023

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.