Sebelum Ditugaskan Menilai, Puluhan Asesor Sekolah/Madrasah Bali Ikuti PPDA

KETUA BAN S/M Bali, I Wayan Suwira, saat membuka Pelatihan Pengembangan Diri Asesor (PPDA) tahun 2023 yang diikuti 76 orang asesor sekolah/madrasah Provinsi Bali, Senin (27/2/2023). Foto: ist
KETUA BAN S/M Bali, I Wayan Suwira, saat membuka Pelatihan Pengembangan Diri Asesor (PPDA) tahun 2023 yang diikuti 76 orang asesor sekolah/madrasah Provinsi Bali, Senin (27/2/2023). Foto: ist

DENPASAR – Sebanyak 76 orang asesor sekolah/madrasah Provinsi Bali mengikuti pelatihan pengembangan diri asesor (PPDA) tahun 2023 yang dilaksanakan secara daring. Melalui pelatihan tersebut, mereka diharapkan akan mampu meningkatkan kompetensi dan keterampilan sebelum diturunkan untuk melakukan visitasi ke sekolah yang menjadi sasaran tahun 2023 ini.

Menurut Ketua BAN S/M Bali, I Wayan Suwira, jumlah asesor yang berhak untuk mengikuti PPDA ini sebanyak 82 orang, namun 6 orang tidak bisa mengukuti kegiatan ini dengan berbagai alasan. ”Dengan demikian, tahun ini asesor ada 6 orang asesor yang tidak akan diturunkan ke sekolah untuk melakukan visitasi,” ungkap Suwira, Senin (27/2/2023).

Read More

Lebih lanjut Suwira mengatakan, kegiatan pelatihan bagi asesor tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh BAN-SM sebelum para asesor diterjunkan ke sekolah. Para asesor tersebut, harus dibekali dengan hal-hal baru yang berkaitan dengan pelaksanaan akreditasi yang saat ini telah mengalami perubahan paradigma.

”Kita berharap asesor terus mengembangkan kompetensinya agar sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelaksanaan dan hasil akreditasi dengan paradigma barunya,” ungkap Suwira.

Selama pelatihan tersebut, para asesor akan dibekali dengan teori dan praktik tentang bagaimana menggali dan mengumpulkan data di sekolah dan selanjutnya melalui data dan informasi tersebut para asesor akan mampu membuat kesimpulan yang tepat atas level capaian sekolah. ”Selain itu, dengan pelatihan ini kami berharap, para asesor akan mampu menuliskan kesimpulan berdasarkan triangulasi data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen,” lanjut Suwira, seraya menambahkan yang juga ditekankan dalam pelatihan ini adalah peningkatan kemampuan asesor dalam menyusun rekomendasi yang nantinya akan dijadikan acuan oleh BAN-SM.

Pelatihan yang akan belangsung selama 2 hari ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten baik dari BAN-S/M Pusat, maupun tim BAN-S/M Bali. Narasumber yang dilibatkan tersebut merupakan sosok yang sudah dilatih sebelumnya dan telah mengantongi sertifikat sebagai pelatih asesor. ”Kami yakin, para narasumber akan mampu memberikan yang terbaik bagi para asesor. Sehingga nantinya para asesor akan siap untuk diturunkan,” tegasnya.

Peserta selain harus mengikuti kegiatan daring, mereka juga harus menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh tim pengajar. Hanya mereka yang memenuhi persyaratan dan dinilai kompeten yang nantinya akan dinyatakan berhak untuk melakukan visitasi ke sekolah. ”Tugas Sinkronus dan asinkronus harus mereka selesaikan dengan baik. Sebab jika tidak mereka dinyatakan tidak lulus. Hanya mereka yang lulus yang nantinya ditugaskan ke sekolah,” pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.