SDN 6 Kawan Hanya Dapat 5 Siswa Baru, Kadisdikpora Sebut Dampak Keberhasilan KB

KEPALA SDN 6 Kawan, Ketut Andi Rumandia. Foto: ist
KEPALA SDN 6 Kawan, Ketut Andi Rumandia. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Sampai batas akhir pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026, sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bangli ternyata minim mendapat siswa. Salah satunya SDN 6 Kawan di Banjar Griya, Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli. Dalam SPMB tahun ini, sekolah hanya mendapat lima siswa baru. Jumlahnya kian menurun sejak beberapa tahun terakhir.

Kepala SDN 6 Kawan, Ketut Andi Rumandia, Rabu (16/7/2025) berkata sejauh telah mengikuti seluruh petunjuk dari pemerintah terkait pelaksanaan SPMB. Sebulan sebelum pelaksanaan SPMB, sekolah melakukan sosialisasi kepada masing-masing kepala lingkungan dan masyarakat. “Termasuk pembagian zonasi juga sudah diberikan. Kami sebagai pelaksana, berapa pun yang datang ke sekolah tentu kami akan terima,” ungkapnya.

Read More

Hanya, ternyata siswa baru yang mendaftar tetap minim. Sampai saat ini siswa baru yang mendaftar ulang sebanyak lima orang. Untuk tahun lalu cuma 10 orang. Padahal SDN 6 Kawan didukung empat banjar, yakni Banjar Griya, Banjar Pule, Banjar Tegalalang dan Banjar Tegalalang Brahmaha. Minimnya jumlah siswa yang didapat, diakui telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. “Yang tamat sekarang saja hanya tujuh orang,” terangnya.

Disinggung penyebab minimnya siswa di sekolah ini, dia mendaku karena masih ada anggapan di masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah yang lebih favorit. Selain itu, dia jujur mengakui kemungkinan pelayanan sekolahnya masih dianggap kurang pas oleh para orangtua. Salah satunya kerap ada keluhan para orangtua terkait pintu pagar sekolah saat pagi belum dibuka. Padahal sudah ada kesepakatan siswa masuk pukul 6.45 Wita.

“Di sekolah kami selama ini tidak ada waker, sehingga kami sudah membentuk piket. Astungkara selama ini sudah bisa berjalan lancar dan masyarakat sudah memaklumi,” paparnya.

Meski minim siswa, dia menegaskan komitmen untuk tetap berusaha tetap memberi pelayanan terbaik. “Sekolah tentu akan berupaya tetap optimal memberi pelayanan untuk mencerdaskan para siswa,” jaminnya.

Sebelumnya, Kadisdikpora Bangli, Komang Pariartha, menyebutkan, seperti pelaksanaan SPMB tahun-tahun sebelumnya, tetap akan ada sejumlah SD di Bangli yang minim mendapat siswa. Dalam hal ini kurang dari 10 orang. Salah satu penyebabnya adalah keberhasilan program Keluarga Berencana. “Imbas keberhasilan program KB, tentu akan berpengaruh terhadap jumlah anak-anak,” katanya. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.