Ringankan Beban Sekolah Swasta, PTN/PTS, Koster Serahkan Bantuan Sosial Tunai

  • Whatsapp
Gubernur Koster saat menyerahkan Bantuan Sosial Tunai kepada Kadisdik Kabupaten/Kota.
Gubernur Koster saat menyerahkan Bantuan Sosial Tunai kepada Kadisdik Kabupaten/Kota.

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan Bantuan Sosial Tunai – Sumbangan Pembinaan pendidikan (BST – SPP) SD, SMP, SMA/SMK swasta, dan Bantuan Sosial Tunia – Perguruan Tinggi (BST – PT) dalam masa darurat Covid-19 di Provinsi Bali. Di mana penyerahan secara simbolis itu, berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali di Renon, Denpasar, Senin (11/5).

Untuk SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, gubernur asal Sambiran ini menyerahkan kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota, sedangan PTN PTS diserahkan kepada perwakilan.

Bacaan Lainnya

Di mana jumlah 34 PTN/PTS , terdiri 6 PTN dan 28 PTS, total mahasiswa yang diberikan bantuan sebanyak 15.000 dengan anggaran Rp 22,5 miliar.

Sedangkan jumlah siswa SD, SMP, SMA, SMK, SLB seluruh kabupaten/kota dengan jumlah 448 sekolah, siswa yang mendapatkan bantuan sejumlah 23.679 siswa dengan anggaran Rp15.717.300.000.

“Pertimbangan kenapa sekolah swasta, karena sekolah negeri bebas SPP dan juga sudah mendapatkan bantuan dari BOS pusat dan daerah. Sudah cukup dari APBD dan juga APBN,” ungkapnya.

Sedangkan swasta, lanjut dia, gaji guru diambil dari pembayaran SPP sehingga perlu diberikan bantuan untuk sedikit meringankan beban siswa dan juga sekolah, karena banyak yang belum bayar SPP.

Baca juga :  PC KMHDI Denpasar Peduli Stunting di Tengah Corona

“Bantuan yang diberikan tidak untuk semua siswa. Akan tetapi jumlah siswa yang ada di masing-masing sekolah. Jadi untuk SD Rp150 ribu, SMP, Rp200 ribu, dan SMA, SMK, SLB Rp250 ribu,” lanjutnya.

Dikatakannya, skema untuk tiga bulan dengan pencairan satu kali dibayarkan. “Jadi dengan bantuan ini, sekolah tidak memungut SPP dengan sejumlah yang dibantu itu,” jelasnya.

Dikatakannya, pemberian keringanan SPP ini ditentutkan oleh masing-masing kepala sekolah. Pihaknya pun berharap, dalam pemberian bantuan ini, kepala sekolah menilai secara obyektif, sehingga bantuan ini tepat sasaran.

Sementara untuk PTN/PTS, persyaratannya diberikan kepada perguruan tinggi yang memiliki minimum 500 mahasiswa. Sedangkan di bawah itu, tidak mendapatkan bantuan.

“Bantuan ini diharapkan untuk mahasiswa yang orantuanya dirumahkan, di PHK, atau kuliah sambil bekerja. Per mahasiswa disubsidi Rp1,5 juta untuk satu semester. Jadi rektor yang menentukan,” bebernya.

Pihaknya berharap, dalam pemberian subdisi yang ditentutkan oleh rektor ataupub kepala sekolah, dilakukan secara obyektif dan menghindari cara-cara yang tidak benar.

“Cuma di Bali ada kebijakan seperti ini. Cuma besarannya mohon dimaklumi. Dan teknis pencairannya oleh Disdikpora Provinsi Bali. Paling lambat 31 Mei sudah bisa dicairkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ahli Gubernur Bali, Prof Darmiyasa menyambut baik dan mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali ini.

“Tentu ini sangat membantu masyarakat di tengah pandemi ini. Dan ini adalah satu-satunya kebijakan memberikan bantuan pendidikan yang dilakukan di Indonesia. Cuma Bali yang melakukan ini,” ujarnya.

Baca juga :  Lolos Seleksi Nasional, Dua Taekwondoin Badung Wakili Indonesia ke Kajuaraan ATF

Sedangkan Ketua Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali, Made Arini Hanindharputri, S.Sn.,M.Sn menyampaikan syukur atas bantuan yang diberikan gubernur.

“Tentu ini sangat membantu kami, mengingat mahasiswa kami sekitar 800an dan sudah kami berikan subsidi kuota internet,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. Made Suarta, SH., M.Hum., Menurutnya, ini adalah angin segar bagi mahasiswa dan juga kampusnya.

“Bantuan ini sangat kami perlukan untuk meringankan beban mahasiswa maupun kampus,” ungkapnya seraya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.