Retribusi Pasar Hewan Kayuamba Dinilai Masih Rendah, Hanya Rp10 Ribu per Ekor

TARIF retribusi Pasar Hewan Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli, dinilai terlalu rendah, karena hanya Rp10 ribu per ekor. Foto: gia
TARIF retribusi Pasar Hewan Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli, dinilai terlalu rendah, karena hanya Rp10 ribu per ekor. Foto: gia

BANGLI – Lima tahun lebih tarif retribusi Pasar Hewan Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli dinilai terlalu rendah, karena hanya Rp10 ribu per ekor. Sementara di pasar hewan lain di Bali, retribusinya di atas Rp20 ribu.

Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Rabu (27/1/2021) tidak menampik retribusi Pasar Hewan Kayuamba saat ini Rp10 ribu. “Kami banyak mendapat masukan dari warga di pasar kalau tarif tersebut dinilai sangat rendah. Sejatinya kalau dikenakan tarif 20 ribu pun mereka tidak akan mengeluh,” ucapnya.

Read More

Kata dia, penyesuaian tarif retribusi di pasar itu dilakukan pada 2013 lalu, dan sampai kini belum ada kenaikan. Atas masukan dari masyarakat itu, dia bakal merancang peraturan daerah (perda) tentang  penyesuaian tarif di Pasar Kayuambua. “Setelah Bupati terpilih dilantik, kami akan menyampaikan hal ini agar beliau bisa memberi petunjuk langkah yang akan diambil,” ujarnya.

Disinggung antusiasme peternak menjual ternaknya di Pasar Hewan Kayuambua, dia menilai belakangan menunjukan geliat peningkatan. Jumlah ternak yang masuk mencapai 100 hingga 150 ekor per hari. Dia mendaku saudagar sapi dari Jakarta telah mengenal pasar ini. Saat ada perayaan hari raya Idul Adha, banyak saudagar dari luar daerah datang ke pasar tersebut.

Harga bibit sapi, sambungnya, mengalami kenaikan mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per ekor. Menurutnya, permintaan bibit sapi belakangan ini cenderung naik, bisa jadi lantaran tumbuhnya kembali keinginan masyarakat bertani di tengah suasana pandemi Covid-19. Sarma menegaskan, program ke depan, selain penyesuaian retribusi, instansinya akan melakukan penataan Pasar Kayuamba.

‘’Fasilitas yang selama ini belum maksimal akan ditambah. Misalnya untuk parkir masih perlu ditata. Saat ini baru semikeras,” bebernya.

Masukan lain dari pedagang, imbuhnya, yakni agar di pasar itu dibangun penginapan untuk para saudagar sapi dari luar Bali yang datang bertransaksi. Untuk peningkatan fasilitas maupun kapasitas tersebut, kembali dia berkata akan minta arahan Bupati yang baru. “Target pendapatan dari retribusi juga turut meningkat. Tahun 2020 menjadi Rp212 juta, target untuk tahun 2021 naik menjadi Rp148 juta,” cetusnya menandaskan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.