Relawan Posko Cengkok Peringati Ulang Tahun, Tirta: Tetap Membantu Sesuai Aspirasi Rakyat

RELAWAN Posko Cengkok (RPC) saat foto bersama usai deklarasi. foto: ist

MANGUPURA – Komunitas masyarakat yang menamakan dirinya sebagai Relawan Posko Cengkok (RPC) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 di kawasan desa Perjuangan, Desa Baha Mengwi Badung.

RPC bermarkas di Banjar Cengkok, dengan ketua Umum I Wayan Tirta, SE, Sekretaris Pande Krisnayana dan Bendahara Nyoman Mardiana didirikan 7 tahun lalu saat pasangan Giri Prasta dan Ketut Suiasa mencalonkan diri sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Badung. Awal berdiri namanya Relawan Giri-Ase.

Bacaan Lainnya

Deklator relawan tersebut I Ketut Golak SH (almarhum) dari Desa Sobangan, Mengwi. Desa Baha dan Sobangan, Mengwi di zaman perjuangan tahun 1945 dikenal sebagai basis pejuang, sehingga kedua desa tersebut sampai saat ini dikenal sebagai wilayah dan desa perjuangan.

Relawan tersebut dilanjutkan saat pasangan Koster Bali Satu (KBS)-Ace menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali. Ketika Pilkada Gubernur Bali tahun 2018 berubah namanya menjadi Relawan KBS-Ace.

Tirta mengatakan, mulai peringatan HUT ke-7 tahun 2022 ini, Relawan tersebut dinamakan Relawan Posko Cengkok (RPC), karena belum ada tokoh yang didukung demi perjuangan rakyat ke depan.

“Jika nanti ada keputusan Pusat Jakarta, siapa menjadi bakal calon Bupati Badung dan Bupati-Bupati di Bali, dan siapa menjadi bakal calon Gubenur/Wakil Gubernur Bali, maka ditetapkan kepada siapa dukungan diberikan,” kata Tirta.

Ia mengatakan, relawan tersebut merekrut anggota masyarakat yang belum digarap partai politik. Masih banyak anggota masyarakat yang tidak berpartai, namun ingin memberikan dukungan kepada seorang calon supaya menang dalam pilkada.

Relawan sifatnya suka dan rela berkorban demi kepentingan masyarakat banyak. Tidak ada tuntutan atau minta hak menjadi wakil rakyat dan jabatan-jabatan tertentu.

Dalam Peringatan HUT ke-7 RPC masih mengundang tokoh-tokoh terbatas. Gerakan selanjutnya mengikuti ritme kegiatan pilkada menjelang tahun 2024, sebab siapa pun yang akan tampil sebagai pemimpin di Bali menjadi keputusan pemimpin mereka di Jakarta.

“Kami menentukan dukungan kepada siapa, menunggu keputusan pimpinan partai politik dari Jakarta,” kata Tirta yang juga dikenal aktivis olahraga di Badung itu.

Ia menjelaskan anggota relawannya tersebar di seluruh Bali dan pertemuan untuk menggairahkan relawan membantu tokohnya pun diadakan bergiliran di seluruh Bali. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses