MATARAM – Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari, minta jajaran KPU NTB secepatnya melakukan kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Tujuannya agar para mahasiswa kampus Islam negeri terbesar di NTB ini dapat terlibat aktif dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Terutama saat hari pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
“Adanya kerjasama ini penting, sehingga adik-adik mahasiswa UIN Mataram dapat magang menjadi KPPS pada hari H Pemilu 14 Februari 2024 mendatang,” sebut Hasyim saat mengisi stadium general di UIN Mataram, Kamis (2/3/2023).
Menurut Hasyim, program Merdeka Belajar menyangkut kepemiluan yang ada dalam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram, harus juga diketahui secara langsung aplikasinya oleh para mahasiswa.
Karena itu, dia minta Rektor UIN Mataram, Prof. TGH Masnun Tahir, agar dapat menambah jumlah SKS pada program Merdeka Belajar di kampus. “Jadi, adik-adik mahasiswa mendapat nilai akademik dari kampus. Nanti KPU yang siapkan sertifikat dan honor menjadi penyelenggaranya,” paparnya.
Dekan FDIK UIN Mataram, Dr. Muhammad Salehending, menambahkan, tema “Dakwah dan Politik” yang diangkat dalam stadium general ini tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan dan aktivitas kebangsaan serta keagamaan.
Untuk itu, aspek penguatan literasi edukasi politik kepada para pemilih pemula dan pemilih milenial, khususnya bagi para mahasiswa, akan terus dikedepankan. “Kegiatan ini adalah upaya kampus menjadikan mahasiswa sebagai pioner dalam membantu KPU mengawal demokrasi di Indonesia,” ulasnya.
Bagi Rektor Masnun Tahir, dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 14 ribu orang, tentunya hal ini menjadi peluang dan paling strategis untuk mengawal demokrasi di Indonesia. “Kampus UIN Mataram yang selalu dirindukan masyarakat NTB, akan terus berkontribusi dalam mengembangkan demokrasi di Indonesia,” janjinya menandaskan. rul























