Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tetap Berjalan

  • Whatsapp
Wayan Sarma. Foto: gia
Wayan Sarma. Foto: gia

BANGLI – Beberapa kegiatan fisik yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Bangli dipangkas atau ditiadakan akibat pandemi Corona. Namun, untuk sektor pertanian, masih ada plot anggaran dari DAK senilai Rp940 juta untuk menunjang sarana dan prasarana pertanian. Selain itu dari APBN juga disediakan anggaran Rp660 juta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, I Wayan Sarma, Jumat (18/9).

Kata dia, tahun ini ada beberapa kegiatan terkait peningkatan sarana dan prasarana pertanian yakni rehabilitasi jaringan irigasi dengan menyasar beberapa subak. Dari DAK diplot anggaran Rp940 juta dengan kegiatan meliputi pembangunan irigasi tanah dangkal, dalam bentuk Kelompok Tani Sari Pertiwi Desa Songan B, Kecamatan Kintamani. Ada juga pembangunan dam parit di Subak Uma Desa, Desa Abuan, Kecamatan Susut. ‘’Untuk tahap kegiatan dari subak ditarget pengerjaannya tuntas bulan Oktober,’’ ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dari APBN, sambungnya, anggaran Rp660 juta untuk perbaikan jaringan irigasi dengan menyasar 16 subak di empat kecamatan. Kegiatannya meliputi pembangunan embung untuk menunjang subsektor hortikultura, mendukung peternakan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Kegiatan sudah berjalan dan proses pengerjaan dilakukan secara swakelola.

Baca juga :  Triwulan I 2020, Penjualan Listrik Tumbuh 8,13 Persen

“Kegiatan bisa berjalan karena sebelum pandemi sudah dilakukan tanda tangan kontrak dengan penerima kegiatan, jadi harus berjalan. Khusus sektor pertanian tetap berjalan sesuai rencana,’’ ujarnya menandaskan. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.