Ramai, Dukungan Sekda Lotim Jadi Pejabat Bupati

SEKDA Lotim, M. Juaini Taofik. Foto: ist

MATARAM – Nama Sekda Lombok Timur (Lotim), M. Juaini Taofik, dinilai dan digadang-gadang sejumlah pihak, layak menjadi Pelaksana Tugas (Plt) hingga Pejabat Bupati di wilayah terpadat di Provinsi NTB itu.

Dukungan kepada Juani muncul dari kalangan internal Pemkab Lotim hingga eksternal, setelah Bupati dan Wakil Bupati akan mengalami kekosongan saat Pilkada Serentak 2024 mendatang.

Read More

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) M. Fauzan, menilai Juaini sosok tepat untuk mengisi status Plt pimpinan daerah. “Beliau sangat pas, di samping komunikatif dengan semua pihak. Sejauh yang saya kenal, Pak Sekda sangat mampu menyelesaikan persoalan yang muncul yang berkaitan dengan pemerintahan,” ujarnya, Sabtu (10/12/2022).

Menurut Fauzan, dalam pergaulan, Juani sangat supel dan akrab dengan siapa pun. Hal ini yang membuat Bupati Sukiman dan Wabup Rumaksi merasa nyaman. Terlebih setiap persoalan yang muncul, baik di lingkup pemerintahan, legislatif hingga kemasyarakatan, selalu bisa terpecahkan.

“Pak Sekda itu komunikatif, enggak ada masalah yang enggak tuntas. Ini karena beliau selalu menghadapi masalah itu dengan tenang. Yang utama, pasti ada solusi atas segala masalah selama ini,” sambungnya.

Senada Fauzan, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lombok Timur, Usman, memuji jiwa kepemimpinan melekat pada Juaini Taofik, dan memiliki kemampuan mengakomodir semua pihak. “Sering kali melihat banyak ketimpangan, tetapi ketika kami informasikan ke Pak Sekda, selalu respons dan secepat mungkin diselesaikan,” sanjungnya.

Ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Kabupaten Lotim, Saparwadi, berpandangan Juaini Taofik layak menjadi calon kepala daerah. Sebab, kemampuan personal hingga manajerial birokrasi sudah mampu membuat ASN di lingkup Pemkab setempat nyaman. Pula bagi parastakeholder lainnya.

“Kalau beliau belum berpikir maju sebagai calon Bupati Lotim, maka posisi yang tepat adalah bukan lagi Plt tapi Pejabat Bupati. Ini karena pejabat kepala daerah kali ini sungguh punya arti tersendiri. Kalau pejabat sebelumnya biasa menjabat dalam hitungan bulan, kali ini tahunan, bahkan sampai 2,5 tahun,” jelas Saparwadi. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.