Rakorda Tahap Pertama BAN PDM Bali, Penjaminan Mutu Jadi Tolok Ukur 8 Dimensi Profil Lulusan Tercapai

KETUA BAN PDM Provinsi Bali, Ni Wayan Mudiarni, saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahap Pertama, Senin (28/7/2025). Rakorda digelar secara zoom meeting diikuti Disdikpora Bali, Disdikpora kabupaten/kota se-Bali, Kemenag se-Bali, BPMP Bali, PGRI serta organisasi pendidikan lainnya. Foto: ist
KETUA BAN PDM Provinsi Bali, Ni Wayan Mudiarni, saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahap Pertama, Senin (28/7/2025). Rakorda digelar secara zoom meeting diikuti Disdikpora Bali, Disdikpora kabupaten/kota se-Bali, Kemenag se-Bali, BPMP Bali, PGRI serta organisasi pendidikan lainnya. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN PDM) Provinsi Bali, melaksanakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tahap Pertama, Senin (28/7/2025). Rakorda digelar secara zoom meeting diikuti Disdikpora Bali, Disdikpora kabupaten/kota se-Bali, Kemenag se-Bali, BPMP Bali, PGRI serta organisasi pendidikan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua BAN PDM Provinsi Bali, Dr. Ni Wayan Mudiarni, S.Pd., MM., mengatakan, mewujudkan 8 Dimensi Profil Lulusan merupakan suatu cita-cita luhur pendidikan Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan pendidikan nasional. Cita-cita Luhur tersebut sangat sulit dicapai apabila tidak memiliki kualitas proses pendidikan yang baik.

Bacaan Lainnya

‘’Proses pendidikan yang baik akan dapat terjadi apabila kita memiliki sistem penjaminan mutu yang memadai,’’ ujarnya.

Lebih lanjut diutarakan Mudiarni, proses penjaminan mutu yang memadai akan terjadi apabila mampu memotret secara jujur kondisi hari ini untuk menuju target masa depan. Potret hasil akreditasi yang dilakukan oleh asesor yang menjadi dasar keputusan BAN untuk menentukan status akreditasi lembaga pendidikan hendaknya betul-betul mencerminkan kondisi yang sebenar-benarnya, untuk dapat dijadikan pedoman oleh pengambil kebijakan dalam menyusun program penjaminan mutu pendidikan.

Dengan begitu, tersedia cukup program dan dana untuk melakukan perbaikan-perbaikan sesuai dengan hasil akreditasi. Karenanya, ia menegaskan, Rakorda ini sangat penting untuk menyamakan persepsi untuk apa akreditasi, bagaimana proses akreditasi, bagaimana hasil akreditasi, memahami makna hasil akreditasi, menentukan program-program peningkatan mutu pendidikan, menyiapkan anggaran dan kebijakan sehingga kualitas pendidikan dapat ditingkatkan.

‘’Kta bersama harus mengubah mindset kita tentang hasil akreditasi merupakan penilaian prestasi untuk memperoleh reward atau punishment. Hasil akreditasi hendaknya dimaknai sebagai sebuah potret capaian kita hari ini, untuk dijadikan pedoman dalam meningkatkan mutu pendidikan di masa depan. Jika hal ini mampu kita pahami dan maknai dengan baik maka saya berkeyakinan bahwa 8 Dimensi Profil Lulusan akan mudah kita gapai,’’ ungkapnya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses