MATARAM – Lembaga kajian sosial dan politik M-16 tengah menyiapkan usulan ke Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk penganugerahan kepada Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, dalam kategori Gubernur di Indonesia yang paling rajin turun ke bawah menyapa masyarakat.
Usulan didasarkan aktivitas kedinasan Gubernur Zul yang tiap hari menyambangi masyarakat di berbagai tempat berbeda di Pulau Lombok dan Sumbawa, menjelang Pemilu Serentak 2024.
“Kami sedang mempersiapkan dan mendiskusikan secara mendalam dengan teman-teman M-16 untuk mengajukan anugerah Rekor Muri ini kepada Pak Gubernur ke manajemen Muri di Jakarta,” kata Direktur M-16, Bambang Mei Finarwanto, Selasa (6/9/2022).
Didampingi Kepala Litbang M-16, Zainul Pahmi, Bambang berkata, sejauh penelusuran yang dilakukan ke berbagai pemangku kepentingan, saat ini belum ada Rekor Muri untuk kategori Gubernur Paling Rajin Turun Menyapa Masyarakat.
Beberapa Rekor Muri yang dianugerahkan kepada Gubernur antara lain Rekor Gubernur Termuda atau Rekor Gubernur yang Berkomunikasi Menggunakan Aplikasi Twitter. Sementara untuk wakil kepala daerah antara lain ada Rekor Muri untuk Wakil Gubernur dengan Gelar Akademik Terbanyak.
Terlepas orang suka atau tidak, dia melihat Zulkieflimansyah sebagai pemimpin yang paling rajin turun ke masyarakat. Aktivitas tersebut dapat dengan mudah dilacak publik, mengingat aktivitas menyapa masyarakat diunggah Gubernur Zul di akun media sosial resmi miliknya.
Saat tidak sedang kunjungan kerja ke luar daerah, nyaris tiada hari dilewatkan Gubernur Zul tanpa menyapa masyarakat secara langsung. Dalam sehari tak cuma satu titik, bahkan pernah lebih dari 10 titik dikunjungi. Jarak tempat-tempat yang dikunjungi juga tidak berdekatan.
Semisal tempat pertama harus menyeberang menuju salah satu gili di pesisir barat Pulau Lombok, lokasi kunjungan berikutnya ada di ujung timur Pulau Lombok. “Aktivitas bertemu masyarakat ini bukan hanya dilakukan saat menjadi Gubernur. Sebelum menjadi Gubernur pun sudah dilakukan,” tegas dia.
Meski aktivitas menyapa masyarakat tersebut bagian dari memoles citra diri atau memiliki tujuan serupa lainnya, dia memandang fakta dalam satu hari mengunjungi masyarakat di berbagai tempat tetap tidak terbantahkan.
Dia berpendapat apa yang dilakukan Gubernur Zul bisa menjadi inspirasi kepala daerah lain, tidak hanya di NTB, tapi juga di Indonesia. Apalagi di tengah maraknya bentuk komunikasi para pemimpin yang diistilahkan sebagai “komunikasi pura-pura”.
Zainul Pahmi menambahkan, di tengah berkembang pesatnya teknologi dan informasi, komunikasi tatap muka adalah komunikasi yang tak akan pernah tergantikan.
Dengan menyapa mereka dari dekat, Gubernur Zul dinilai akan tahu masalah yang dihadapi masyarakat, dan tentu saja menyelesaikan masalah tersebut dengan lebih cepat. “Jelas, model komunikasi yang dilakukan ini adalah gebrakan baru di tengah kemajuan era globalisasi,” tandas Wakil Ketua DPP KNPI tersebut. rul























