Putus Rabies, Warga Penglipuran Wajib Kandangkan Anjing

MENCEGAH penyebaran penyakit rabies, sekaligus menjaga citra pariwisata aman dan nyaman, krama Desa Adat Penglipuran sepakat menerapkan pararem tentang pemeliharaan anjing. foto: ist

BANGLI – Mencegah penyebaran penyakit rabies, sekaligus menjaga citra pariwisata aman dan nyaman, krama Desa Adat Penglipuran sepakat menerapkan pararem tentang pemeliharaan anjing. Krama adat diwajibkan mengikat atau mengandangkan anjing peliharaanya.

“Walau belum tertulis, warga telah sepakat menerapkan kesepakatan tersebut,” ujar Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, belum lama ini.

Read More

Kata dia, sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan serta warga terkait merebaknya anjing positif rabies, adat sepakat melakukan penanganan secara internal dengan membuat pararem.

Merebaknya anjing positif rabies, jelasnya, tentu menimbulkan kekhawatiran warga setempat sebagai salah satu desa wisata di Bangli. “Hal yang negatif sangat cepat berdampak pada kunjungan wisatawan,” jelasnya.

Dalam kesepakatan itu, sambungnya, warga Desa Adat Penglipuran tidak boleh meliarkan anjing peliharaan. Bagi warga yang memiliki anjing, harus diikat dan mengandangkan. “Kami akan berupaya menjaga Penglipuran agar tetap steril dari penyakit rabies. Kami harap semua warga bisa mematuhi demi keamanan dan kenyamanan bersama,” lugasnya.

Terkait sanksi, dia menyebut sejauh ini belum menerapkan sanksi. Kepatuhan dan kedisiplinan warga adat untuk menerapkan apa yang menjadi kesepakatan dalam rapat sangat tinggi, itulah pangkalnya. “Kami amati selama ini warga begitu patuh dalam melaksanakan apa menjadi kesepakatan tersebut,” urainya.

Selain mengikat anjing, warga juga wajib memvaksin anjing peliharaannya. Bila terjadi kasus gigitan anjing, apalagi menimpa wisatawan, pengelola maupun pihak adat memfasilitasi dan mengantar korban gigitan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

“Pararem ini sangat efektif dalam mencegah rabies, karena warga begitu taat dengan hukum adat di desa kami,” ucapnya menandaskan dengan nada bangga. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.