POSMERDEKA.COM, BANGLI – Memutus mata rantai penyebaran rabies, berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli. Selain gencar melakukan vaksinasi terhadap Hewan Penyebar Rabies (HPR), instansi ini juga menggenjot peranan Tim Siaga Rabies (Tisira) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. “Peran serta masyarakat dan peran Tisira sangat membantu kami dalam menekan penyebaran rabies,” ujar Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, Senin (4/8/2025).
Terkait capaian vaksinasi, birokrat asal Desa Tembuku ini menyebut baru mencapai 40% dari total populasi HPR yang mencapai 53.000 ekor lebih. “Dengan berbagai upaya yang kami lakukan, HPR positif rabies dari tahun 2023 terus mengalami penurunan,” cetusnya.
Dia menguraikan, untuk tahun 2023 jumlah kasus mencapai 72 kasus, tahun 2024 sebanyak 47 kasus, dan pada tahun 2025 hingga akhir Juli angkanya mencapai 29 kasus. Dia berharap dengan terbentuknya Tisira yang tersebar di 68 desa dan 4 kelurahan, kasus rabies terus bisa ditekan.
Dalam pelaksanaannya, sambung Sarma, tim ini bertugas untuk melakukan pendataan HPR, pengawasan lalu lintas hewan, hingga penanganan kasus gigitan rabies. Pun edukasi tentang pemeliharaan hewan penular rabies dengan baik dan benar. “Untuk vaksinasi antirabies kami anggarkan Rp382 juta. Anggaran sejumlah itu untuk pengadaan vaksin sebanyak 30.000 dosis,” katanya menandaskan. gia
























