Pusing Harga Kedelai Melonjak Drastis, Pemuda Bungaya Kangin Jajal Produksi Tahu

USAHA jual-beli makanan tahu mulai bergeliat di wilayah Karangasem. Salah satunya dilakoni I Kadek Sukiana, warga Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Karangasem. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Usaha jual-beli makanan tahu mulai bergeliat di wilayah Karangasem. Salah satunya dilakoni I Kadek Sukiana, warga Desa Bungaya Kangin, Bebandem, Karangasem. Dia menuturkan, usaha tahu yang kini digeluti merupakan inisiatif sendiri untuk menyambung hidup.

Sukiana baru beberapa minggu melakoninya, karena ingin menjadi pelaku usaha yang langsung menekuni dan menerapkan teori-teori berbisnis. Dia menjalankan sendiri mulai mengatur pekerjaan, mengerjakan proses dagangan hingga memasarkan hasil produksi usaha.

Read More

“Karena saya tidak ingin ketergantungan, makanya saya mengambil langkah ini untuk memastikan diri saya sendiri. Saya yakin, harus dijalani, harus juga siap dengan kendala-kendalanya. Merintis usaha itu memang perlu proses,” kisah Kadek Ana, sapaan akrabnya, Senin (16/10/2023).

Untuk modal usaha, dia menyebut selama ini masih menggunakan uang bekal pribadi. Dimulai dari membeli bahan pokok seperti kedelai yang saat ini harganya lumayan tinggi. Hampir tiap dua minggu harga kedelai mengalami peningkatan. Ada juga kayu bakar untuk proses memasak serta bahan lainnya.

Dia mengklaim kualitas tahu yang diproduksi lumayan bagus, karena memiliki tekstur tebal dan padat sangat maksimal. Hanya, dia khawatir harga bahan pokok terus meningkat. Harga kedelai yang sebelumnya Rp560.000 isi 50 kilogram, kini melonjak jadi Rp615.000.

Meski penjualan kurang stabil, dia tetap harus bertahan. Yang pasti produksi tahu bisa terjual habis dalam waktu dua atau tiga hari. Untuk daya produksi, sejauh ini dia berujar di kisaran 50 kg kedelai yang diproses menjadi 10 ember tahu. Per ember berisi 300 potong tahu.

Targetnya adalah bisa melebarkan tingkat pemasaran agar lebih banyak punya langganan. “Juga bisa menambah daya produksi, bila perlu nanti saya merekrut tenaga untuk membantu, karena selama ini saya masih kerja dibantu satu orang saja,” pungkasnya. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.