Pura Puseh Desa Adat Dadia Kemalingan, Ribuan Uang Kepeng Raib

POLISI melakukan olah TKP atas laporan kasus pencurian di Pura Puseh Adat Dadia, Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (20/8/2025). Foto: ist
POLISI melakukan olah TKP atas laporan kasus pencurian di Pura Puseh Adat Dadia, Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (20/8/2025). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, TABANAN – Pura Puseh Adat Dadia di Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, kemalingan, dan baru diketahui pada Rabu (20/8/2025). Ribuan uang kepeng yang disimpan di gedong pura tersebut pun raib.

Bendesa Adat Dadia, I Wayan Kartika (59), telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Penebel. Begitu juga Kapolsek Penebel AKP Gusti Alit Murdiasa ketika dikonfirmasi mengakui ada laporan kejadian tersebut, dan selanjutnya masih dalam penyelidikan. “Laporan kejadian tersebut masih dalam upaya penyelidikan,” ungkapnya.

Read More

Dikatakan bahwa kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 11.00 Wita. “Dalam peristiwa ini, yang jadi korban adalah Desa Adat Dadia,” ujar AKP Murdiasa.

Bermula ketika pengurus adat dan pemangku melaksanakan pemasangan wastra untuk persiapan upacara sri rambut sedana di Pura Puseh. Saat sedang memasang wastra, Kartika selaku bendesa adapt mendengar suara tangis Jero Mangku Istri, Ni Nyoman Sumi (75), dan mengatakan jika uang kepeng dalam bentuk ikatan pocong yang disimpan di gedong Pura Puseh sudah tidak ada.

Mereka kemudian bersama prajuru lainnya melakukan pengecekan, dan ternyata benar jika uang kepeng dalam bentuk ikatan pocong yang isinya 1.000 keping dan yang diikat 200 keping sebanyak dua ikat yang disimpan dalam sebuah sangku, yang diletakan di dalam gedong pura tersebut sudah tidak ada atau hilang. Sedangkan pintu gembok gedong tidak ada yang dirusak.

Disebutkan pula bahwa sebelumnya pintu gedong dilihat oleh mangku masih terkunci, tetapi kunci gedong diletakkan di samping pintu gedong. “Apabila pintu gedong didorong, maka sangat mudah dilihat dari luar, karena ada rongga, dan pintu pura juga tidak pernah dikunci,” ujarnya.

Barang-barang yang hilang, antara lain berupa satu ikat uang kepeng dalam bentuk pocong jumlah 1.000 keping, dan dua ikat uang kepeng masing-masing berisi 200 keping. Kerugian diperkirakan Rp3.500.000.

Dari kejadian tersebut, polisi telah melakukan olah TKP dan mencatat keterangan saksi-saksi. “Tidak ada CCTV di area pura maupun di sekitar TKP. Untuk selanjutnya kasus ini masih dalam penyelidikan,” pungkas AKP Murdiasa. gap

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.