Puluhan Kilogram Limbah Medis Ditemukan Terbuang Sembarangan di Sukasada, Dari Jarum Suntik Hingga Obat Kadaluwarsa

PETUGAS Dinas Lingkungan Hidup Buleleng mengevakuasi limbah medis yang ditemukan tercecer di Areal Monumen Tri Yudha Sakti. Foto: ist
PETUGAS Dinas Lingkungan Hidup Buleleng mengevakuasi limbah medis yang ditemukan tercecer di Areal Monumen Tri Yudha Sakti. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BULELENG – Sebanyak 24 Kilogram lebih limbah medis dibuang sembarangan di sebelah barat Monumen Tugu Tiga atau Terminal Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kendati telah di evakusi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, namun temuan itu menjadi atensi pihak kepolisian.

Kapolsek Sukasada, Kompol I Made Agus Dwi Wirawan, mengaku sudah mengkonfiramsi sejumlah pihak termasuk Kepala Puskesmas Sukasada terkait temuan limbah medis tersebut. AKP Dwi menyebut telah melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Sukasada, drg. Novara, untuk meminta keterangan dan kemungkinan dari mana limbah medis itu berasal.

Read More

“Masalahnya limbah medis itu tidak banyak orang bisa mengakses kecuali orang tertentu namun dibuang sembarangan”kata Kompol Dwi Wirawan, Senin (13/11/2023)

Pihaknya juga mengaku akan melakukan penyelidikan atas temuan limbah medis tergolong B3 tersebut. “Jika ditemukan adanya indikasi pidana pada pembuangan limbah medis yang memang masuk katagori limbah berbahaya tentu akan dilanjutkan prosesnya,”lanjutnya

Sebelumnya, limbah medis berupa bekas jarum suntik dan botol obat ditemukan dalam sebuah karung dan tercecer pada Minggu (12/11/2023). Kepala DLH Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan, limbah medis yang tadinya dibuang telah diamankan sekaligus disegel dan ditempatkan sesuai SOP yang berlaku.

Ada sebanyak lima jenis limbah medis yang dibuang di lokasi seperti jarum suntik seberat 1,071 kilogram, kemasan botol obat seberat 23,095 kilogram, kemasan obat campur spluit dalam botol plastik seberat 0,708 kilogram, masker handglove seberat 0,0044 kilogram, dan obat kadaluwarsa seberat 0,0017 kilogram. “Kemarin sudah kita amankan dan sampah medis ini masih di DLH dan sudah disegel serta ditempatkan sesuai SOP, itu jumlah totalnya seberat 24,8801 kilogram,” ungkap Melandrat

Selama ini kata Melandrat, soal limbah medis B3 terutama yang diproduksi oleh Puskesmas dan rumah sakit telah dikelola dengan baik dan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelolanya. ”Kita bekerjasama dengan sejumlah perusahaan pengangkut limbah medis B3. Soal siapa yang membuang, belum ada perkembangan namun yang terpenting barang-barang tersebut telah dipindahkan ketempat yang lebih aman,”ucapnya

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, mengatakan, pengolahan limbah medis B3 dari rumah sakit maupun puskesmas termasuk produsen limbah medis lainnya telah melakukan kerja sama dengan pihak perusahaan pengolah limbah. Sementara terkait temuan limbah medis B3 tercecer sembarangan menurut dr. Sucipto menjadi bahan evaluasi kenapa sampah berbahaya tersebut bisa terbuang sembarangan.Padahal kondisi itu bisa sangat berbahaya jika disalahgunakan.

“Untuk temuan kasus kemarin kewenangan kami tidak ada. Karena itu sudah masuk melanggar undang-undang dan kewenangan ada di pihak berwajib seperti kepolisian yang menindaklanjuti temuan seperti itu,” pungkas dr Sucipto. edy

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.