PTM 100 Persen, Disdikpora Denpasar: Maksimal 6 Jam per Hari, Kantin Diizinkan Buka

KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama. Foto: tra
KEPALA Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama. Foto: tra

DENPASAR – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar telah mengizinkan sekolah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen mulai Senin (18/4/2022). Meski demikian, durasi proses belajar mengajar maksimal 6 jam pelajaran. Di sisi lain, kantin sekolah sudah diizinkan dibuka dengan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 secara ketat dan konsisten.

‘’Semua jenjang sekolah mulai satuan pendidikan PAUD, SD/sederajat, SMP/sederajat, SKB, PKBM, SMA/SMK dan SLB diizinkan untuk PTM 100 persen mulai Senin. Namun pembelajarannya dibatasi hanya 6 jam pelajaran,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, Sabtu (16/4/2022).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Wiratama, pelaksanaan PTM sekolah 100 persen di Kota Denpasar tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 420/1509/Disdikpora/2022. Dia menjelaskan, ada sejumlah pertimbangan yang membuat pihaknya memutuskan pelaksanaan PTM dilaksanakan secara penuh.

Di antaranya, kebijakan tersebut sudah sesuai dengan keputusan bersama SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraaan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pertimbangan kedua, saat ini kasus Covid-19 di Kota Denpasar sudah jauh melandai dibandingkan gelombang ketiga varian Omicron, dan selama ujicoba dibukanya PTM selama dua pekan terakhir berjalan aman dan lancar.

Baca juga :  Bupati Mahayastra Serahkan BLT dan Sembako Kepada Warga Muslim di Gianyar

‘’Selain itu kondisi sarana prasarana di sekolah termasuk sarana protokol kesehatan Covid-19 juga sudah siap untuk melaksanakan PTM 100 persen,’’ ucap Wiratama.

Ia mengingatkan, protokol kesehatan Covid-19 wajib diterapkan secara ketat dan konsisten di lingkungan sekolah dan rumah agar kasus Covid-19 tidak bertambah lagi. Satgas Penanganan Covid-19 di sekolah juga diinstruksikan lebih dioptimalkan.

‘’Seluruh warga sekolah kami imbau bekerja sama dengan baik menerapkan protokol kesehatan. Dari kepala sekolah, guru, murid, hingga wali murid untuk sama-sama menjaga, mengingatkan, dan mematuhi prokes,’’ pintanya.

Untuk pelaksanaan PTM 100 persen ini, satuan pendidikan wajib melakukan penginputan pada dashboard https://sekolahaman.kemenkes.go.id /dan https://madrasahaman.kemenkes.go.id.  Mengisi dan memperbaharui daftar periksa pada laman https://sekolahdata.kemendikbud.go.id /kesiapan belajar bagi TK, KB, TPA, SPS, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan PKBM serta laman https://siapbelajar.kemenag.go.id  bagi BA, RA, MI, MTs, dan MA.

Berikutnya, membuat surat pernyataan pada awal pelaksanaan PTM 100 persen dari pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali peserta didik, yang berisi pernyataan kesediaan untuk dilakukan tes Covid-19, penelusuran kontak erat, dan isolasi bagi yang terkonfirmasi dan/atau kontak erat Covid-19. Satuan pendidikan juga diwajibkan memasang QR Code aplikasi PeduliLindungi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.