PPKM Berlanjut, Operasional Usaha di Denpasar Sampai Pukul 21.00 Wita

  • Whatsapp
Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, memimpin rapat bersama Satgas Penanganan Covid-19 Pemkot Denpasar, Senin (8/2/2021) di Gedung Sewaka Dharma. Foto: ist
PJ. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, saat memimpin rapat bersama Satgas Penanganan Covid-19 Pemkot Denpasar, Senin (8/2/2021) di Gedung Sewaka Dharma. foto: ist

DENPASAR – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi diperpanjang hingga 22 Februari 2021. Terkait hal itu, Pemkot Denpasar mengadakan rapat secara virtual dengan Perbekel/Lurah, Camat, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 di lingkungan Pemkot Denpasar, Senin (8/2/2021) di Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar.

Rapat yang dipimpin Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, ini untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penentuan Zona PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa/Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

Dalam rapat itu, Pemkot mengambil keputusan sesuai Instruksi Mendagri dan SE Gubernur Bali bahwa waktu operasional bagi pelaku usaha di wilayah Kota Denpasar kini ditetapkan sampai pukul 21.00 Wita. Dalam PPKM sebelumnya operasional usaha hanya sampai pukul 20.00 Wita.

Made Toya mengatakan PPKM di Denpasar sedari awal sudah berjalan, seperti pembentukan satgas di desa/kelurahan termasuk kecamatan dan juga banjar adat dan dinas sesuai Instruksi Mendagri No. 3 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No. 3 Tahun 2021.

“Jadi, intinya sama seperti saat PPKM tahap pertama dan kedua. Untuk jam tutup usaha sesuai Instruksi Mendagri dan SE Gubernur Bali yang sebelumnya sampai pukul 20.00 menjadi pukul 21.00 Wita. Tinggal kami menguatkan tugas-tugas Satgas yang ada di desa/kelurahan termasuk di dusun/lingkungan,” katanya.

Selain itu, lanjut Toya, untuk pelaksanaan PPKM skala mikro di wilayah Kota Denpasar sudah membuat posko tanggap bencana di seluruh desa/kelurahan. Ditegaskannya di dalam posko tersebut supaya ada sekretariat dan menampilkan informasi penanganan Covid-19.

Baca juga :  Belum Tampil Maksimal di Jepang, Ini Tekad Zohri dan Sapwa!

“Dari regulasi atau data-data yang ada di desa/kelurahan akan menjadi bahan pertimbangan PPKM skala mikro ini. Mudah-mudahan dengan PPKM mikro ini kasus Covid-19 di Denpasar bisa menurun,” ucapnya penuh harap. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.