Porsenijar PGRI Nasional 2025, Bali Raih 1 Perak dan 2 Perunggu

KONTINGEN PGRI Bali foto bersama saat Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Nasional III tahun 2025 berlangsung sejak Rabu (26/11/2025) hingga 28 November 2025 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Foto: ist
KONTINGEN PGRI Bali foto bersama saat Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Nasional III tahun 2025 berlangsung sejak Rabu (26/11/2025) hingga 28 November 2025 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANDUNG – Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Nasional 2025 berlangsung sejak 26 hingga 28 November 2025 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Hari Guru Nasional. Porsenijar PGRI Nasional 2025 diikuti 36 kontingen dari seluruh provinsi di Indonesia.

Ketua PGRI Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, memberi suport penuh pada kontingen PGRI Bali, dan menjadikan agenda ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan profesionalisme guru dan menumbuhkan potensi mereka di bidang seni, olahraga, dan inovasi pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat solidaritas dan kebersamaan anggota PGRI dari seluruh wilayah Indonesia.

Read More

Selama tiga hari, peserta bersaing dalam beragam cabang lomba yang menguji kemampuan holistik para guru. Lomba tidak hanya berfokus pada fisik dan seni, tetapi juga pada inovasi pembelajaran, sejalan dengan tuntutan pendidikan di era digital.

​Untuk cabang olahraga di pertandingan antara lain, bulu tangkis, tenis meja, dan catur. Di bidang seni ada tari tunggal, menyanyi solo (solo song), dan paduan suara. Selain itu ada pembelajaran dan kreativitas: praktik/video pembelajaran dan video konten kreatif.

Pada Porsenijar PGRI Nasional 2025, kontingen Bali meraih prestasi 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Medali perak dipersembahkan dari cabang lomba tari kreasi (Luh Made Saraswati Yugana/SMPN 3 Denpasar). Sementara 2 medali perunggu diraih dari lomba video praktik pembelajaran mendalam (Ni Komang Sophize Yustitie/SMPN 4 Sukawati) dan cabor tenis meja. Sementara cabor bulu tangkis hanya bertengger diposisi 8 besar dan catur masuk 10 besar dari 31 peserta.

“Agenda Porsenijar ini merupakan ajang kompetisi dan silaturahmi yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, kreativitas, dan profesionalisme guru di bidang olahraga, seni, serta praktik pembelajaran,” ujarnya. 

​Lebih lanjut, Eddy Mulya menambahkan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengasah kemampuan para guru di Indonesia sehingga lebih profesional dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak. ​Dengan momentum Hari Guru Nasional, Porsenijar menjadi bukti nyata komitmen PGRI dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan spiritual para pendidik di Indonesia. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.