Polres Klungkung Ringkus Komplotan Penipu Via Medsos

  • Whatsapp
KASATRESKRIM Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, menunjukkan tiga tersangka kasus penipuan dengan barang buktinya, Rabu (17/2/2021) di lobi Polres Klungkung. Foto: ist
KASATRESKRIM Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, menunjukkan tiga tersangka kasus penipuan dengan barang buktinya, Rabu (17/2/2021) di lobi Polres Klungkung. Foto: ist

KLUNGKUNG – Satreskrim Polres Klungkung meringkus tiga tersangka kasus penipuan melalui media elektronik. Para tersangka yakni KEMY alias Edi Kenyot, KWB alias Sentit, dan MW alias Kopet yang sama-sama berasal dari Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Pengungkapan itu dirilis ke media di Polres Klungkung, Rabu (17/2/2021).

Penangkapan kawanan ini berdasarkan laporan korban, Ni Made Candra Ayustina (25), beralamat di Jalan Plawa, Banjar Ayung, Lingkungan Galiran, Kelurahan Semarapura Klod Klungkung, Rabu (17/2/2021).

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Klungkung, AKP Ario Seno Wimoko, seizin Kapolres AKBP Bima Aria Viyasa, didampingi Kasubaghumas AKP Putu Gde Ardana mengatakan, para tersangka ditangkap berikut barang bukti masing-masing. Dari Edi Kenyot polisi menyita satu ponsel Vivo biru, kartu seluler nomor 083112290965. Dari tersangka Sentit disita satu ponsel Oppo.

“Dari pelaku Kopet kami menyita barang bukti satu unit ponsel, satu kartu XL, dan satu buku tabungan BRI serta uang tunai 200 ribu,” jelas Wimoko.

Modus operandi tersangka, jelasnya, dengan menghubungi korban melalui akun Instagram sepupunya atas nama Ni Kadek Septia Cahyani. Mereka minta uang kepada korban senilai Rp3,4 juta dengan alasan untuk pembayaran agen agar tidak kena penalti keberangkatan ke Jepang.

Baca juga :  Risiko di Balik Usulan Lockdown

Korban mengirim sejumlah uang ke rekening BRI milik Kopet, setelah itu beberapa saat kemudian dari akun instagram Ni Kadek Septia Cahyani kembali minta uang kepada korban Rp2 juta. Namun, korban tidak bersedia mengirim dan curiga telah ditipu oleh akun instagram Ni Kadek Septia Cahyani. Korban lalu melaporkan kasus tersebut ke Polres Klungkung.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 45a ayat (1) Undang-Undang No.19 Tahun 2016 perubahan atas Undang –Undang No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE ) Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.