Polemik Rekrutmen Kaur Masih Terkatung-katung, Perbekel Yangapi Ngotot Minta Tes Tambahan

  • Whatsapp
CAMAT Tembuku, Ida Bagus Putu Suandi. foto: ist

BANGLI – Sampai saat ini penyelesaian polemik rekrutmen kepala urusan (kaur) di Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Bangli masih terkatung-katung. Kini tersebar informasi Perbekel Desa Yangapi justru berencana menggelar tes tambahan, yang direncanakan pada Senin (20/9/2021).

Camat Tembuku, Ida Bagus Putu Suandi, Minggu (19/9/2021) membenarkan adanya permintaan dari Perbekel Yangapi untuk melakukan tes tambahan. Kata dia, dulu mengembalikan usulan dari Perbekel Yangapi karena tidak mengajukan peserta yang mendapatkan rangking satu sesuai hasil seleksi kaur. “Perbekel berencana membuat tes tambahan. Tujuannya mungkin untuk mendapat yang sesuai keinginan Pak Mekel,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku tidak dimintai pendapat untuk pelaksanaan tes tambahan dimaksud. Karena tidak ada mohon pendapat atau rekomendasi, maka untuk tes tambahan itu seolah-olah itu sepihak dilakukan. “Sesuai surat permakluman Perbekel Yangapi, tes tambahan akan diadakan pada hari Senin. Tembusannya ke Camat, PMD, dan Kabag Tapem untuk mohon hadir,” sambungnya.

Dia menguraikan, pada prinsipnya kalau mau melakukan seleksi harus mendapat persetujuan dari BPD. Tujuannya agar peserta tes tidak masalah. Tapi kalau ini tidak disetujui oleh salah satu pihak, apalagi panitia tidak ada, kemudian ada juga surat keberatan dari salah satu peserta, Camat langsung mengirim surat kepada Perbekel Yangapi agar menunda tes tambahan itu. Selanjutnya kembali dilakukan rapat.

Baca juga :  Gerakan Pemuda Marhaen Bentengi Pemenangan Massker di Karangasem

“Selain itu, Kadis PMD Kabupaten Bangli juga telah melayangkan surat ke Perbekel Yangapi agar meniadakan tes tambahan tersebut. Kami juga kembali mengeluarkan surat untuk meniadakan tes tambahan,” tegasnya.

Yang menjadi dasar meniadakan tes itu, jelasnya, berkaca pada hasil sebelumnya yang sudah diterima panitia. Selain itu, dari seleksi tersebut tidak ada keberatan dari peserta. Apalagi dari BPD juga membenarkan dan menyetujui hasil tes saat itu.

Jika tes tambahan tetap dipaksakan, dia berujar hasilnya akan tetap saja rekomendasi tidak diakui. Dia akan tetap mengakui hasil seleksi yang pertama, dan tinggal menunggu agar usulan yang diajukan tetap mengacu pada hasil seleksi sebelumnya. “Agar persoalan tersebut tak berlarut-larut, Badan Perwakilan Desa (BPD) Yangapi untuk bersikap. BPD bisa memberikan pertimbangan kepada Perbekel terkait permasalahan ini,” serunya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.