PKS Jaring Caleg Berkualitas untuk Pemilu 2024, Bidik Mantan Asisten I Setda NTB

SILATURAHMI Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi PKS, Abdul Hadi (kiri); Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS, Sambirang Ahmadi; dan Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, TGH Patompo Adnan, ke kediaman mantan Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih (dua kiri). Foto: ist
SILATURAHMI Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi PKS, Abdul Hadi (kiri); Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS, Sambirang Ahmadi; dan Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, TGH Patompo Adnan, ke kediaman mantan Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih (dua kiri). Foto: ist

MATARAM – Partai politik mulai berburu untuk menyiapkan calon anggota legislatif (caleg) menyongsong Pemilu 2024. Tokoh populer seperti mantan pejabat, pesohor, hingga masyarakat biasa menjadi rebutan untuk kontestasi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB misalnya, baru saja mengumumkan bergabungnya mantan Asisten I Setda Provinsi NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih.

Menariknya, sejumlah petinggi PKS NTB mendatangi kediaman Baiq Eva di Mataram, Kamis (15/7/2022). Yang hadir Wakil Ketua DPRD NTB Fraksi PKS Abdul Hadi; Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3) DPW PKS yang juga anggota DPRD NTB, Sambirang Ahmadi; dan Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, TGH Patompo Adnan. Baiq Eva Nurcahyaningsih mengatakan, kunjungan para petinggi PKS NTB ke kediamannya tidak lain untuk menindaklanjuti perintah Ketua Badan Pembinaan Kepemimpinan Daerah DPP PKS NTB, Zulkieflimansyah. Menurut Eva, Senin (13/6) lalu, Zulkieflimansyah yang juga Gubernur NTB saat pelepasan dirinya di Pendopo Gubernur, menawarkan dia untuk bergabung ke PKS.

Read More

“Beliau (Zulkieflimansyah) minta saya untuk maju jadi caleg PKS di DPR RI atau DPRD NTB Dapil Lobar-KLU nomor urut 1. Dan, Alhamdulillahbener ternyata omongan tersebut ditindaklanjuti petinggi PKS NTB,” katanya, Jumat (15/7/2022).

Bersama suaminya, Baiq Eva mengaku menyambut baik kunjungan tersebut. Apalagi silaturahmi yang dilakukan merupakan upaya jemput bola atas pernyataan yang dilontarkan Zulkieflimansyah. Bagi dia, kunjungan itu merupakan suatu penghargaan, karena PKS salah satu partai besar di NTB.

“Saya memilih untuk berkarya di daerah saja, tidak ke Senayan. Saya sami’na waatho’na sama perkataan beliau (Zulkieflimansyah) maju lewat nomor urut 1. Apresiasi mereka (PKS) kepada saya dengan nomor podium,” ungkapnya.

Ketika disinggung soal keharusan maju melalui nomor urut 1, Baiq Eva berpendapat hal itu bukan suatu keharusan. Namun, rekam jejak perlu dijadikan pertimbangan. Dia mendaku mengabdi di Lombok Barat selama 29 tahun sebagai ASN.

“Hampir 100 persen pengabdian saya di Lobar, dua kali jadi Asisten 1 di Provinsi dan Kabupaten, serta pernah jadi pimpinan (Plh Bupati Lobar) lewat SK Gubernur Zulkieflimansyah,” tegasnya.

Dalam dinamika politik, terangnya, PKS dikenal sebagai partai maskulin. Karenanya, keberadaan dia di posisi nomor urut 1 setidaknya akan menghapus stigma maskulinitas di tubuh partai. “Kalau di nomor urut 1, akan ada penghargaan juga untuk perempuan. Stigma itu terbantahkan bila dikehendaki,” ucapnya memaparkan.

Di kesempatan terpisah, Sambirang Ahmadi menanggapi ihwal silaturahmi ke kediaman Baiq Eva. Agenda tersebut, sambungnya, sebagai bentuk konsolidasi dan silaturahmi partai dengan figur lintas sektoral. “Itu adalah hal biasa sebagai senior dan sahabat. Kami sebagai junior beliau tentu perlu banyak mendengar nasihat dan pengalaman-pengalaman yang positif untuk partai,” katanya. 

Kesiapan PKS untuk bertarung di Pemilu 2024, cetusnya, sudah sangat siap dan solid. Sebab, untuk komposisi bacaleg, sejauh ini PKS melakukan pendekatan dengan figur-figur potensial untuk membangun daerah melalui PKS. “Insya Allah kami sudah sangat siap. Hampir semua dapil terisi figur-figur, yang kami yakini bisa berkontribusi membesarkan partai,” tandas Sambirang Ahmadi. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.