Pjs Bupati Berkantor di Ruang Asisten, Sederhana, Tak Mau Terjebak Feodalistik Birokrasi

  • Whatsapp
TENAGA kebersihan tengah membersihkan ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung. Foto: nas
TENAGA kebersihan tengah membersihkan ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung. Foto: nas

MANGUPURA – Pjs Bupati Badung, I Ketut Lihadnyana, mulai menjalankan tugas menggantikan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, yang cuti kampanye.  Dalam keseharian Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Bali itu akan berkantor di ruang Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Lihadnyana membenarkan memilih ruang Asisten II. Alasannya ingin sesuatu yang sederhana dan jauh dari kesan protokoler. “Saya tipe orang yang tidak mau seremoni, itu dari dahulu. Saya lebih suka sederhana,” kata Lihadnyana ketika ditemui di lobby kantor Bupati Badung,  Senin (28/9/2020).

Bacaan Lainnya

Bagi dia, kebersamaan dan kesederhanaan adalah yang utama dalam menjalankan tugas. “Saya lebih senang menunjukkan kebersamaan kepada teman-teman. Ruang, fasilitas mobil itu kan hanya  sebuah gengsi bagi saya. Saya memilih ruangan sederhana lah,” katanya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya ingin menunjukkan kinerja saat diberikan kepercayaan memimpin badung selama 71 hari. “Untuk apa mobilnya bagus, nanti kerja kita tidak kelihatan. Itu (fasilitas-red) bukan ukuran bagi saya. Tapi, paling penting mengajak untuk bersemangat dalam bekerja,” ucap.

Tidak hanya itu, Pjs Bupati Badung juga memilih untuk tinggal di rumah pribadi daripada di rumah jabatan Bupati Badung yang berada di kawasan Puspem Badung. Lagi-lagi alasannya tidak ingin kemewahan. “Saya tinggal di rumah. Rumah saya dekat. Lebih nyaman tinggal di rumah (sendiri-red),” katanya lagi.

Baca juga :  Gianyar Bangun Jembatan Penghubung Desa Siangan - Pejeng Kelod

Pun demikian, ia juga tidak menggunakan fasilitas lainnya seperti pengawalan maupun pengamanan di kediamannya. “Tadi juga ada yang nanya apakah perlu ada pengawalan.  Saya katakan tidak perlu. Apakah perlu ada pengamanan Satpol PP, tidak perlu.  Orang kita aman kok. Jangan terjebak pada sebuah feodalistik birokrasi. Karena semua ini hanya sementara,” tegas Lihadnyana.

Sementara itu, sejumlah tenaga kebersihan terlihat membersihkan ruang Asisten Sekda yang berada di lantai satu tidak jauh dari ruang Bupati Badung. ruang asisten Sekda ini memang kosong karena pejabat yang bersangkutan telah memasuki masa purna tugas sejak beberapa bulan lalu.

Selanjutnya, merujuk pada surat Menteri Dalam Negeri Nomor 273/4368/OTDA pada poin 4 huruf c, Pjs Gubernur, Pjs Bupati, dan Pjs Walikota selama menjalankan tugas dan wewenangnya, memperoleh fasilitas dan hak keuangan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. 

Selama Pjs Gubernur, Pjs Bupati dan Pjs Walikota melaksanakan tugas dan wewenangnya,  tidak menggunakan/menempati rumah dinas yang digunakan oleh kepala daerah selama melaksanakan cuti di luar tanggungan negara, namun disediakan dan diakomodasi oleh pemerintah daerah. 020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.