Pilpres, Golkar-PDIP Bisa Bersimpang Jalan

  • Whatsapp
Sumarjaya Linggih. Foto: hen
Sumarjaya Linggih. Foto: hen

DENPASAR – Partai Golkar tambah sibuk mengenalkan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden (capres) resmi untuk Pilpres 2024, dan hal serupa juga dilakukan Gerindra yang hampir pasti mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai capres. Khusus untuk PDIP, meski secara resmi belum merilis nama, Puan Maharani sebagai “putri mahkota partai” disebut-sebut paling berpeluang dicalonkan. Menimbang Airlangga dijagokan sebagai capres, konstelasinya seakan merujuk kepada Golkar dan PDIP akan bersimpang jalan saat Pilpres mendatang.

Adanya potensi kemesraan Golkar dan PDIP saat Pilpres 2019 akan menguap pada Pilpres 2024, tidak dibantah tegas Korwil DPP Partai Golkar Bali-Nusra, I Gde Sumarjaya Linggih, belum lama ini. ‘’Belum tentu,’’ kata Demer, sapaan akrabnya, saat disinggung apakah getolnya Golkar mengusung Airlangga itu segendang sepenarian dengan pisah jalan dari PDIP. Demer beralasan sampai saat ini PDIP belum menentukan siapa capres mereka, sedangkan Golkar sudah ada.

Bacaan Lainnya

Selain itu, kalaupun PDIP yang mengantongi 19,33 persen suara mau jalan sendiri juga tidak bisa, karena syarat pencalonan minimal 20 persen suara di parlemen. Di sisi lain, Golkar juga tidak bisa mencalonkan sendiri, karena hanya memiliki modal 12,31 persen suara di DPR RI. ‘’Pasti ada kolaborasi nanti, tapi memang belum tentu dengan PDIP juga. Kalau bergabung, belum tentu juga siapa (calon) presidennya,’’ ucap Demer bernada diplomatis.

Baca juga :  Denpasar Zona Merah, Rai Mantra Minta Semua Elemen Harus Digerakkan

Tentang target Golkar memenangkan Pilpres 2024 dengan elektabilitas Airlangga yang masih “mungil” dalam sejumlah hasil survei, Demer menyebut partai akan meningkatkan angka keterpilihan itu dalam tiga tahun mendatang. Caranya dengan terus sosialisasi sosok Airlangga ke ruang-ruang publik, untuk mendongkrak popularitasnya. Setelah popularitas terkerek, langkah selanjutnya yakni mengenalkan apa saja yang sudah diperbuat Airlangga untuk negeri ini.

‘’Apa yang Pak Airlangga perbuat? Apa yang dikerjakan? Jika populer dan (publik) tahu kerjanya, tentu ini menjadikan orang tertarik memilih. Tahun 2021 untuk popularitas, 2022 untuk menggaungkan kerjanyanya, karena  Airlangga kerjanya banyak,’’ ungkap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut.

Menurutnya, banyak sekali kerja Airlangga untuk masyarakat Indonesia sejak masuk kabinet selaku Menko Perekonomian. Airlangga diberi amanah sebagai Ketua Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Penanganan Covid-19, dan hal ini dinilai belum banyak diketahui masyarakat. ‘’Padahal kerja yang benar itu yang berdampak luas kepada masyarakat, bukan ada calon turun ke lapangan wawancara satu orang, kemudian jadi ngetop,’’ serunya seakan menyindir seseorang. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.