Pileg Dipisah, Demer Akui Perjuangan ke Senayan Lebih Berat

Gde Sumarjaya Linggih. Foto: hen

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan memisahkan pemilu nasional dengan pemilu daerah atau lokal dengan batas waktu paling lama 2 tahun 6 bulan.

Pemilu secara serentak dilaksanakan untuk memilih anggota DPRD provinsi, anggota DPRD kabupaten/kota dan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota dilaksanakan dalam waktu paling singkat 2 tahun atau paling lama 2 tahun 6 bulan sejak pelantikan anggota DPD dan DPR RI. “Atau sejak pelantikan Presiden/Wakil Presiden,” kata Ketua MK, Suhartoyo, mengucapkan amar putusan, Kamis (26/6/2025).

Read More

Bagaimana kontestasi menuju ke Senayan pada Pemilu 2029 nanti dengan adanya pemisahan pemilihan nasional dan lokal tersebut? Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, menilai mesti ada penyesuaian dengan situasi dan kondisi terbaru dari caleg yang akan bertarung menuju DPR RI.

Jika sebelumnya caleg DPR RI bisa bertandem dengan caleg ke DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota, tahun 2029 harus berjuang sendirian. “Ya saya akui perjuangan kami ke Senayan jadi lebih berat ke depan,” terang Korwil Pemenangan Pemilu Bali-Nusra DPP Partai Golkar tersebut, Senin (1/7/2025).

Yang sudah-sudah, tuturnya, caleg DPR RI bekerja sama dengan caleg di daerah untuk diajak bekerja sama menggarap ceruk suara konstituen. Karena mereka linier dari DPR RI sampai DPRD kabupaten/kota, caleg DPR tidak harus turun ke semua titik yang dianggap berpeluang mendulang suara. “Kalau dulu lewat teman-teman di DPRD, sekarang kita yang turun sendiri, keliling ke seluruh Bali bertemu masyarakat,” papar Demer, sapaan karibnya.

Selain itu, sambungnya, caleg DPR wajib membuat jaringan baru guna menjaring konstituen guna memenangkan diri sendiri dan Pilpres. Selain itu, setelah lolos ke Senayan, anggota DPR itu harus berjuang lagi untuk kampanye Pilkada sesuai pilihan partainya. Pendek kata, usaha harus semaksimal mungkin karena sistem pemilihan model ini juga kali pertama dijalankan.

“Tapi soal pemisahan Pemilu dan Pilkada itu, secara prinsip apa pun putusan MK Golkar siap. Cuma saya mikir bagaimana kalau dapilnya itu pulau besar seperti Kalimantan atau Papua ya? Berat juga itu pasti caleg DPR RI kampanye,” imbuhnya terkekeh.

Meski merasa perjalanan caleg DPR RI akan banyak tantangan, Demer tetap optimis Golkar ada momen mengembalikan kejayaan mereka di Bali pada 2029. Golkar juga disebut punya banyak petarung ke DPR RI seperti Bagus Adhi Mahendra, Wayan Geredeg atau Sugawa Korry jika masih ingin turun gelanggang, dan dia sendiri. Kalau keempatnya maju dan ditambah satu orang lagi, Demer optimis bisa meraih minimum dua kursi.

Disinggung perpanjangan jabatan anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota hasil Pemilu 2024 sampai 2031, Demer menilai keuntungan pasti ada untuk mereka. Kalau mau serius bekerja, minimal bisa menambah waktu untuk komunikasi di masyarakat lewat program pemerintah. “Juga ada peluang bagi petahana untuk meningkatkan perolehan suara dibanding periode sebelumnya, karena kesempatannya lebih panjang,” tandasnya. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.