Pewintenan Sisya Upanayana, Mempertajam Pikiran dan Memperhalus Budi Pekerti

PELAKSANAAN upacara Sisya Upanayana atau Upanayana Samskara di SMPN 3 Denpasar, Senin (17/7/2023). Foto: ist
PELAKSANAAN upacara Sisya Upanayana atau Upanayana Samskara di SMPN 3 Denpasar, Senin (17/7/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Bertepatan dengan rerahinan Tilem Sasih Kasa, Senin (17/7/2023), sejumlah sekolah di Denpasar melaksanakan pawintenan kepada siswa baru dikenal dengan nama Sisya Upanayana atau Upanayana Samskara. Salah satunya di SMPN 3 Denpasar.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 3 Denpasar, I Gusti Ayu Putu Tirtawati S.Pd., upacara Sisya Upanayana adalah penobatan dimulainya calon siswa menjadi siswa. Penyucian ditandai dengan natab banten agar siswa siap menerima ilmu pengetahuan yang lebih dikenal dengan pawintenan Saraswati.

Read More

“Kegiatan Sisya Upanayana tidak hanya diikuti oleh murid tapi termasuk gurunya agar keduanya siap belajar dan mengajar,” ujarnya.

Soal upacara Sisya Upanayana melibatkan guru-guru, kata Tirtawati, agar keduanya siap belajar dan mengajar. Inilah yang ia sebut dengan keterikatan sisya dan siwa di Bali. “Dimana gurunya sakti memberi pelajaran, dan para siswa sakti menerima pembelajaran dan pembinaan,” sebutnya.

Tirtawati mengatakan, simbolisasi Sisya Upanayana dilakukan dengan memberikan karawista kepada murid sebagai simbol penajaman pikiran. Selain itu juga diberikan benang upawita sebagai simbol meninggalkan sifat buruk yaitu benang warna merah dan benang warna putih untuk menumbuhkan sifat baik dan kedewataan dalam diri.

Lebih lanjut Tirtawati mengatakan, upacara pawintenan Sisya Upanayana memiliki dua tujuan yaitu, untuk membersihkan dan mempertajam pikiran. Dengan pikiran yang tajam siswa akan mampu kebih cepat menyerap ilmu pengetahuan atau proses aguron guron di sekolah.

Berikutnya, untuk memperhalus budi pekerti, berbicara sopan dan berperilaku yang baik. Dengan upacara Sisya Upanayana diharapkan siswa akan memiliki kecerdasan intelektual, sosial, spiritual dan kecerdasan emosional, sehingga menjadi tauladan bagi masyarakat.

“Oleh karena demikian maka kegiatan pawintenan kepada siswa saat akan mulai belajar sangat tepat dilakukan. Karena sesungguhnya upanayana sendiri dalam kamus agama Hindu mengartikannya dengan upacara penyucian kepada siswa yang baru akan memulai belajar ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Tirtawati mengungkapkan rasa terima kasihnya pemangku kepentingan SMPN 3 Denpasar kini makin bersemangat bekerja. Rasa kebersamaan ini patut dipupuk dibarengi dengan sikap ngayah, profesional serta tegas membangun identitas bangsa. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.