POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Bali menggelar acara penganugerahan Apresiasi Semarak Anak Indonesia Hebat serangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 di Graha Sarwa Guna I BPMP Provinsi Bali pada Senin (5/5/2025). Pada kesempatan itu, Kepala BPMP Bali, I Made Alit Dwitama, S.T, M.Pd.; didampingi Kasubag Umum BPMP Bali, Roni Karsidi, S.H., M.Si., menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Lomba Semarak Anak Indonesia Hebat (LSAIH) yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui BPMP Provinsi Bali.
Penanggung Jawab Kegiatan, Ni Putu Budi Riniati, mengatakan, Apresiasi Semarak Anak Indonesia Hebat ini adalah puncak dari rangkaian kegiatan LSAIH yang diikuti satuan pendidikan dalam rangka memeriahkan peringatan Hardiknas 2025. Adapun lomba yang digelar dan diikuti siswa jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA, yaitu Lomba Senam Anak, Lomba Video Cerita Anak, Lomba Potret Cerita, dan Lomba Video Cerita Pendek/Vlog.
Semarak Anak Indonesia Hebat merupakan ruang kreativitas untuk anak-anak jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA untuk mendorong terwujudnya generasi emas Indonesia yang cerdas berkarakter melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Lebih lanjut dikatakan Budi Riniati, melalui berbagai kegiatan lomba inspiratif, edukatif, dan menyenangkan diharapkan peserta didik dapat mengekspresikan potensi terbaiknya memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta meningkatkan kebiasaan hidup sehat, aktif, dan berkarakter.
‘’Dilandasi oleh semangat Hari Pendidikan Nasional, yang mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, diharapkan Lomba Semarak Anak Indonesia Hebat dapat menjadi wadah bagi anak-anak Indonesia untuk mengapresiasikan diri melalui berbagai perlombaan yang menarik dan mendidik,’’ ujarnya.
Ia mengatakan, antusiasme yang luar biasa terlihat sejak dibukanya pendaftaran, dengan jumlah peserta lomba Senam Anak Indonesia Hebat tingkat Provinsi Bali, mencapai 272 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA yang tersebar di semua kabupaten/kota. Sementara pendaftaran Lomba Video Cerita, terdapat 111 satuan pendidikan yang mendaftar mulai jenjang SD, SMP, dan SMA, karena untuk jenjang PAUD peserta langsung melakukan pendaftaran dan penilaian oleh Direktorat PAUD.
Lomba video Senam Anak Indonesia Hebat jenjang PAUD juara 1 diraih TK Negeri Pembina Karangasem, juara 2 TK Negeri Pembina Kecamatan Negara, dan juara 3 TK Kemala Bhayangkari 7 Amlapura. Lomba video Senam Anak Indonesia Hebat jenjang SD juara 1 SDN 1 Karangasem, juara 2 SDN 4 Padangkerta, dan juara 3 SDN 1 Bakas.
Lomba video Senam Anak Indonesia Hebat jenjang SMP juara 1 SMPN 1 Amlapura, juara 2 SMPN 4 Tembuku, dan juara 3 SMPN 2 Abang. Lomba video Senam Anak Indonesia Hebat jenjang SMA juara 1 SMAN 1 Semarapura, juara 2 SMAN 2 Negara, dan juara 3 SMAN 1 Melaya.
Lomba Potret Cerita SD juara 1 Ni Putu Karisa Putri Wijaya (SDN 1 Tihingan), juara 2 Kadek Nadya Mirayanti (SDN 2 Selat), dan juara 3 Kadek Martin Deva Pranaja (SDN 2 Tinga Tinga). Lomba Cerita Pendek SMP juara 1 Ni Made Naraya Pratista Neraida Saputra (SMPN 1 Negara), juara 2 Ni Nyoman Tara Sikha Ayudya Pertiwi (SMPN 1 Negara), dan juara 3 Kadek Nindia Anindita (SMPN 1 Melaya). Lomba Video Pendek/Vlog SMA juara 1 Lucia Amelia Cuaca (SMAS Soverdi Tuban), juara 2 Ni Putu Shinta Rayani Krisna Rada Putri ( SMAN 1 Semarapura), dan juara 3 Ketut Sukma Permata Putri (SMAN 2 Semarapura).
Kepala BPMP Bali, I Made Alit Dwitama, mengatakan, sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan Surat Edaran Bersama tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui pembiasaan di satuan pendidikan. Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, berkelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter. Pembentukan karakter ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media.
‘’Mari kita bangun kebiasaan yang baik pada anak-anak kita, kebiasaan yang baik akan menentukan masa depan anak-anak kita. Mulai sekarang mulai kita bangun Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan kelak akan mencapai prestasi yang gemilang dengan karakter luar biasa, bisa hidup dengan bahagia dan Sejahtera,’’ pungkas Alit Dwitama. tra



























