Peparpeprov Bali 2025 Pertandingkan Tujuh Cabor

PEKAN Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Bali 2025 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, IKN Boy Jaya Wibawa di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Jumat (20/6/2025). Peparpeprov 2025 digelar pada 20-22 Juni 2025. Foto: ist
PEKAN Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Bali 2025 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, IKN Boy Jaya Wibawa di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Jumat (20/6/2025). Peparpeprov 2025 digelar pada 20-22 Juni 2025. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Bali 2025 resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bali, IKN Boy Jayawibawa di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Jumat (20/6/2025). Peparpeprov 2025 digelar pada 20-22 Juni 2025.

“Hajatan multievent bagi pelajar disabilitas ini,  mempertandingkan tujuh cabang olahraga (cabor), yaitu atletik, renang, bulutangkis, catur, boccia, tenis meja, dan panjat tebing,” kata Boy Jayawibawa.

Bacaan Lainnya

Peparpeprov 2025 mengambil tema “Melalui Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) Bali Tahun 2025 Kita Tingkatkan Semangat dan Inspirasi Olahragawan Penyandang Disabilitas untuk Mengukir Prestasi”. Ini sesuai dengan tujuan dilaksanakan kegiatan ini, yaitu sebagai media evaluasi kegiatan olahraga dikalangan pelajar disabilitas dalam rangka meningkatkan prestasi dan bakat di bidang olahraga. Serta memberikan kesempatan kepada olahragawan pelajar disabilitas untuk berpacu dalam prestasi pada ajang Peparpeprov Bali 2025.

Peparpeprov Bali 2025 diikuti oleh 197 orang, yang terdiri dari 123  atlet, 41 pelatih, 33 ofisial. Untuk pelaksanaannya tersebar di Kabupaten Badung sebanyak 1 venues dan di Kota Denpasar sebanyak 6 venues.

Boy Jayawibawa, menambahkan, pengembangan olahraga difabel memerlukan komitmen dan kesungguhan, agar dapat meningkatkan kualitas pembinaan jangka panjang. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh stakeholder keolahragaan di Bali, untuk bersama-sama membangun prestasi olahraga disabilitas tingkat pelajar di daerah masing-masing, berdasarkan nilai-nilai karakteristik kearifan lokal krama Bali. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses