Penutupan Objek Wisata di Badung Diperpanjang

  • Whatsapp
SUASANA kawasan pariwisata Kuta, Badungtampak lengang sejak terjadinya pandemic Covid-19 yang memaksa Pemda Badung melakukan penutupan objek wisata di wilayahnya. Foto: gay
SUASANA kawasan pariwisata Kuta, Badungtampak lengang sejak terjadinya pandemic Covid-19 yang memaksa Pemda Badung melakukan penutupan objek wisata di wilayahnya. Foto: gay

MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung kembali memperpanjang penutupan objek wisata. Berdasarkan surat nomor 556/2224/Dispar/Sekret, perihal penutupan sementara obyek wisata tahap III, intinya meminta semua objek wisata yang ada di ‘Gumi Keris’, baik yang dikelola masyarakat, lembaga, maupun pemerintah agar menghentikan operasionalnya sampai 29 Mei 2020.

Surat tertanggal 20 April 2020 tersebut ditandatangani oleh Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, atas nama Bupati Badung dengan ditujukan kepada: pengelola daya tarik wisata, pengelola desa wisata, pengelola hiburan dan rekreasi, dan pusat perbelanjaan modern.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Made Badra, yang dikonfirmasi, Senin (20/4/2020), mengatakan perpanjangan penutupan objek wisata untuk membatasi pergerakan wisatawan mengunjungi objek wisata di wilayah Kabupaten Badung, baik yang dikelola oleh masyarakat, lembaga, maupun pemerintah. Sebab, penyebaran wabah Covid-19 cenderung meningkat.

Penutupan ini juga sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 272/04-G/HK/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang perpanjangan status siaga darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona dan seruan Gubernur Bali untuk membatasi pergerakan wisatawan mengunjungi objek wisata.“Penutupan (sementara) objek wisata tahap III diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020,” ujar Badra.

Baca juga :  IDI Cabang Bangli Dukung Penegakan Hukum Pelanggar Prokes

Terbitnya surat perpanjangan ini juga sudah langsung disampaikan kepada para pengelola objek wisata yang ada. “Surat ini sudah kami teruskan ke pengelola objek wisata di Badung untuk dilaksanakan,” kata Made Badra.

Pejabat asal Kuta ini pun berharap semua pengelola baik yang daya tarik wisata, desa wisata, hiburan dan rekreasi umum, serta pasar perbelanjaan modern agar mematuhi surat pemerintah ini untuk mencegah penyebaran wabah Corona.

Mengenai kapan objek wisata akan dibuka kembali, mantan Kadis Perikanan dan Kelautan Badung ini belum bisa memastikan. “Tentu melihat perkembangan kasus Covid-19, sampai situasi dan kondisi memungkinkan atau menunggu pemberitahuan lebih lanjut,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkab Badung juga telah mengumumkan penutupan objek wisata dengan melayangkan dua kali surat kepada pihak pengelola. Surat pertama penutupan objek wisata dilakukan dari tanggal 21 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2020. Kemudian surat kedua penutupan objek wisata diperpanjang dari tanggal 31 Maret 2020 sampai 21 April 2020, dan karena wabah masih terus meningkat kini kembali diperpanjang sampai 29 Mei 2020. 020

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.