Penjual Ayam di Tejakula Positif Corona, 50 Orang di Bondalem Akan Dites Swab

  • Whatsapp
GEDE Suyasa. Foto: arik
GEDE Suyasa. Foto: arik

BULELENG – Terjadi penambahan satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng. Pasien dengan kode PDP 52 ini bekerja sebagai pedagang ayam yang jualan di rumah sendiri di Desa Tejakula, Buleleng. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng sudah melakukan pelacakan kepada orang-orang yang diduga sempat kontak dengan PDP ini. Sekretaris Gugus Tugas, Gede Suyasa, mengatakan temuan baru itu, Rabu (13/5/2020).

Menurut Suyasa, PDP 52 diduga terinfeksi virus Corona dari seorang pembeli yang ke rumahnya. Dari hasil pelacakan, tim Gugus Tugas menemukan 19 orang yang sempat melakukan kontak. Mereka semua akan menjalani tes swab (sampel lendir) untuk memastikan apakah terinfeksi virus Corona atau tidak. “PDP 52 ini berjualan ayam di rumahnya, bukan di pasar. Orang-orang luar datang ke rumahnya untuk membeli, sehingga berpotensi terjadi penularan,” kata Sekda Buleleng itu.

Bacaan Lainnya

Suyasa juga mengungkapkan, meski ada penambahan satu pasien positif Covid-19, tapi ada satu pasien positif asal Kecamatan Tejakula dinyatakan sembuh. Sebelumnya, pasien dengan kode PDP 18 dirawat selama 21 hari terhitung sejak 22 April 2020. Pasien itu sempat dirawat selama 16 hari di Buleleng, kemudian dirujuk ke Denpasar.

Baca juga :  BPD Bali Serahkan Hadiah Utama Undian Gong Bali Dwipa

Setelah dirawat selama lima hari, pasien tersebut dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan. Dengan sembuhnya pasien PDP 18 ini, angka kesembuhan pasien positif Covid-19 di Buleleng bertambah. Sesuai data yang ada, sampai saat ini ada 22 orang pasien yang dinyatakan sembuh.

Selain itu, terhadap kasus transmisi lokal di desa Bondalem, tim GTPP Covid-19 Buleleng akan kembali melakukan tes swab massal secara acak pada Kamis (14/5) ini. Sudah ada 50 orang siap menjalani tes swab. Namun, jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah sesuai teori epidemilogi dari Dinas Kesehatan.

Diakui Suyasa, ada beberapa orang yang khawatir menjalankan tes swab karena ada beban pisikis yang dialami masyarakat di tengah situasi darurat. Namun, dengan pendekatan persuasif, masyarakat jadi tidak ragu menjalani tes swab. Saat ini Pemkab Buleleng menyiapkan 200 alat tes swab sesuai hasil analisa ilmiah. Jika tidak ada kasus baru, sambungnya, tanggal 17 Mei karantina di Desa Bondalem akan dicabut. Namun, kalau masih ada kasus, akan dilacak lagi dan mungkin diperpanjang karantinanya. “Tapi kami harapkan ini bisa selesai secepatnya,” pungkas Suyasa. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.