Pemkab Gianyar Target Percepat Penurunan “Stunting”

REMBUK stunting di Hotel Gianyar, Rabu (15/6/2022). Foto: ist

GIANYAR – Permasalahan stunting atau tumbuh kerdil merupakan permasalahan rawan, yang mengakibatkan rendahnya kualitas generasi penerus bangsa. Diperlukan beberapa upaya dalam percepatan penurunan stunting, salah satunya dengan Rembuk Stunting.

Demikian disampaikan Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, dalam sambutan yang dibaca Asisten 2, I Wayan Sadra, pada Rembuk Stunting di Gianyar, Rabu (15/6/2022).

Read More

Kegiatan ini diikuti 140 peserta dari OPD serta desa seluruh Gianyar. Peserta dibagi menjadi dua; 70 orang mengikuti secara daring, dan 70 lainnya mengikuti secara luring.

Rembuk menghadirkan tiga narasumber, yakni dari Dinas Kesehatan dengan materi “Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting”, dari Bappeda dan Litbang dengan materi “Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gianyar”, serta dari Dinas PMD dengan materi “Kebijakan Prioritas Penggunaan Dana Desa untuk Penanggulangan Stunting di Kabupaten Gianyar”.

Upaya percepatan pencegahan stunting, urai Sadra, akan lebih efektif bila intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dilakukan secara konvergen. Hal itu perlu keterpaduan proses perencanaan, penganggaran dan pemantauan program kegiatan pemerintah secara lintas sektoral.

Caranya dengan memastikan tersedianya setiap layanan intervensi gizi spesifik kepada keluarga sasaran prioritas, dan intervensi gizi sensitif untuk semua kelompok masyarakat, terutama masyarakat miskin.

Melalui kegiatan ini, sambungnya, diharap dapat memetakan permasalahan stunting, sehingga dapat menentukan desa lokus stunting tahun 2023, komitmen bersama dari tingkat banjar, desa/kelurahan, kecamatan dan kabupaten akan terbangun untuk bersama-sama melakukan aksi/ intervensi penanggulangan stunting. Jadi, permasalahan stunting bisa terselesaikan, dan di Gianyar lahir generasi sehat, cerdas dan berkualitas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, dr. Ida Komang Upeksa, menyampaikan, Rembuk Stunting merupakan langkah penting yang harus dilakukan Pemkab untuk memastikan pelaksanaan rencana intervensi pencegahan dan penurunan stunting, dilakukan bersama-sama antara OPD penanggungjawab layanan dengan sektor/lembaga nonpemerintah dan masyarakat.

Rembuk bertujuan menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting secara terintegrasi, mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah, menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, serta membangun komitmen publik dalam pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi.

“Semua OPD diharap melakukan intervensi program kegiatan yang mengarah pada percepatan penanganan stunting,” pintanya.

Berdasarkan data prevalensi dan jumlah perkiraan balita stunting tahun 2021 di Provinsi Bali (SSGI 2021), Kabupaten Gianyar di angka 5,1 persen dengan perkiraan jumlah balita stunting1.819 orang. Jumlah ini terendah se-Bali, bahkan secara nasional Gianyar terbaik dalam penanganan stunting. Karena itu Pemkab Gianyar tengah mengidentifikasi keberadaan serta penyebab balita stunting.

Pada Rembuk Stunting tersebut juga disepakati desa lokus penanggulangan stunting 2023. Desa lokus berdasarkan perhitungan desa/kelurahan dengan prevalensi 4 persen ke atas, serta desa/kelurahan dengan jumlah keluarga beresiko di atas 1.000. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.