Pemkab Gianyar Salurkan BLT untuk Masyarakat Miskin

  • Whatsapp
BUPATI Gianyar, I Made Mahayastra saat meninjau sembako untuk 7.554 KK miskin. Foto: adi
BUPATI Gianyar, I Made Mahayastra saat meninjau sembako untuk 7.554 KK miskin. Foto: dok.

GIANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, Bali, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DanDes). Anggaran BLT DanDes disiapkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra dalam siaran persnya, Kamis (30/4/2020), mengatakan, pihaknya mengklaim Pemkab Gianyar menjadi yang pertama di Provinsi Bali yang menyalurkan BLT DanDes.

Bacaan Lainnya

“Kami telah menyalurkan BLT DanDes kepada 108 keluarga di Desa Peliatan. Bantuan sebesar 600 ribu ini diberikan secara non-tunai kepada para penerima bantuan per kepala keluarga. Bantuan akan diberikan setiap bulan selama tiga bulan, yakni pada April, Mei dan Juni 2020. Kami jadi yang pertama di Bali, sebagai bentuk komitmen untuk segera mensejahterakan rakyat,” ungkapnya.

Bupati Mahayastra menambahkan, bantuan diberikan secara bertahap selama enam hari. Ada 64 desa yang dibantu secara bertahap mulai 27 April hingga 2 Mei 2020. “Dengan tahapan tersebut pada tanggal 2 Mei semua desa sudah menyalurkan BLT desa-nya kepada 10.566 kepala keluarga,” tambahnya.

Bupati Mahayastra menjamin bantuannya akan tepat sasaran. Prioritas penerima bantuan adalah keluarga yang kurang mampu, ditambah fisik tidak mampu digunakan untuk bekerja, dan tidak sedang menerima bantuan lain dari pemerintah.

Baca juga :  Waspada! Cuci Tangan Jadi Modus Baru Pelanggaran Pemilu

Hal ini dinilai penting, agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih. Banyak bantuan yang juga diberikan dari berbagai sumber, seperti PKH dan BLT dari pemerintah. “Kami juga punya program bantuan bagi warga, tentunya dengan mengikuti koridor dan aturan yang berlaku yang telah ditetapkan pemerintah pusat maupun provinsi,” ujar Mahayastra, yang dilansir dari antaranews.

Ada pun persyaratan yang diajukan untuk warga yang layak menerima BLT DanDes adalah masyarakat miskin yang belum terdata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), masyarakat miskin yang belum terdata sebagai penerima bantuan Pangan Non-Tunai (BPPT)/ penerima Raskin/Rastra, masyarakat miskin yang belum terdata sebagai penerima kartu prakerja.

Begitu juga masyarakat miskin yang tercecer pada waktu pendataan oleh organisasi perangkat daerah (OPD), kepala keluarga atau tulang punggung keluarga yang menderita sakit kronis/menahun sehingga tidak bisa mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya dan masyarakat yang kepala keluarga atau anggota keluarga terkena PHK, karena dampak dari Covid-19. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.