Pelindo Janjikan Kontribusi PAD Bali Lewat Perusda, Denpasar Bisa Kelola Parkir dan Pasok Air

KETUA Komisi 3, AAN Adhi Ardhana (dua kanan), saat diskusi dengan perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali usai rapat kerja di DPRD Bali, Selasa (10/5/2022). Foto: hen
KETUA Komisi 3, AAN Adhi Ardhana (dua kanan), saat diskusi dengan perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali usai rapat kerja di DPRD Bali, Selasa (10/5/2022). Foto: hen

DENPASAR – PT Pelindo III Benoa menjanjikan kontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali dengan pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH), melalui kerjasama Perusda Bali. Selain Pemprov Bali, Pemkot Denpasar selaku pemilik wilayah Pelabuhan Benoa tempat Pelindo bermarkas juga berpotensi mendapat kontribusi melalui pengelolaan parkir dan suplai air bersih. Hal tersebut tersingkap saat rapat kerja antara Komisi 3 DPRD Bali dengan GM Pelindo III Cabang Benoa, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali menyambut Presidensi G20, Selasa (10/5/2022).

Dalam rapat dipimpin Ketua Komisi 3, AAN Adhi Ardhana, itu Kepala Dinas Perhubungan Bali, IGW Gunarta, menyebut pemerintah menyiapkan air bersih dari regional untuk pelayanan di BMTH. Dia berharap Benoa menjadi home port, maka harus ada suplai air ke kapal dan servis memadai untuk pengelolaan limbah, yakni limbah cair, limbah sampah dan limbah minyak. Sayang, Pemprov belum siap mengelola limbah, dan ini berpengaruh terhadap lama tinggal wisatawan dari kapal pesiar yang bersandar.

Bacaan Lainnya

“Satu kapal minimal tiga hari, sementara ini cuma tinggal satu hari. Ini pengaruh untuk destinasi dan menggunakan jasa layanan dari masyarakat terkait efek ekonomi di Benoa,” sebutnya.

Baca juga :  Dispustaka Karangasem Bagi-bagi Daging Babi

Wakil Ketua Komisi 3, Kadek Diana, menyarankan agar Pasar Seni Pelindo tidak menjual barang yang sama dengan dijual di Guwang dan Sukawati, Gianyar. Dia minta agar didorong ke UMKM kuliner sesuai perda, misalnya arak bali, dengan membuatkan stand. Suvenir boleh sama tapi terbatas, jangan sama dengan sentra kerajinan di Gianyar.

“Soal kontribusi untuk PAD Bali tolong dijelaskan. Apa bisa pendapatan itu tanpa investasi? Lalu peluang investasi Pemprov ada di mana dalam usaha yang sudah bagus?” urainya.

AA Mataram selaku GM Pelindo III mengatakan, Pelindo sudah buat kesepakatan dengan Gubernur, dan kemungkinan Perusda Bali akan masuk ke Benoa. Kerjasama dengan Denpasar juga dimatangkan dengan Wali Kota. Namun, karena tidak bisa langsung antara Pelindo dengan pemerintah daerah, maka mediatornya adalah Perusda.

“Kami spirit untuk kontribusi lebih demi Bali, misalnya iklan di areal terminal unit 1. Pengelolaan UMKM tidak jual produk seperti Sukawati, misalnya anggur buleleng. Banyak produk lokal yang berhenti akan diaktifkan kembali, dan Disperindag akan mengkoordinir,” paparnya.

Selain pendapatan langsung dikelola Perusda untuk menambah PAD, sambungnya, Pelindo juga berkoordinasi dengan PDAM Denpasar sudah 10 tahun untuk suplai air bersih. “Perusda bisa masuk ke pengelolaan limbah di Benoa sekaligus pertanggungjawaban ke masyarakat. Kami akan arahkan Pemprov untuk investasi. Tapi ada pertanyaan, Denpasar dapat apa?” sambung Adhi Ardhana menanggapi pernyataan Mataram.

Baca juga :  PBM Tatap Muka, Disdikpora Tunggu Instruksi Kemendikbud

Ditemui usai rapat kerja, Ardhana menilai pemaparan Pelindo sudah terencana. Posisi dumping barat dan timur disebut 100 persen ditanami untuk acara G20, tapi dari pantauan lapangan masih sedikit. Namun, rencana pengembangan pelabuhan sudah sesuai aspirasi dan rapat sebelumnya, misalnya ada akomodasi penginapan.

“Pelindo sudah melakukan klaster pariwisata masif, tinggal memposisikan pergerakan tamu tidak eksklusif, dengan tur privat dan transportasi publik menuju city center. Jadi, harus terkoneksi dengan transportasi public,” ungkap politisi PDIP asal Denpasar ini.

Kontribusi untuk Denpasar, imbuhnya, bisa berupa pengelolaan parkir di Benoa dan membeli air bersih dari PDAM Denpasar. “Untuk suplai air bersih ke sana, ya Denpasar memang perlu investasi untuk pengelolaan dari sumber air yang ada,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.