Pegiat Sastra Bali Modern “Keroyokan” Apresiasi SBM

  • Whatsapp

DENPASAR – Puluhan pegiat sastra Bali modern (SBM) ambil bagian dalam hajatan sastra virtual yang digagas Komunitas Suara Saking Bali (SSB), Minggu (16/8). Puluhan cerpen dan puisi dibaca secara daring melalui akun-akun media sosial peserta sebagai peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sastrawan Bali modern yang juga pimpinan Suara Saking Bali, I Putu Supartika, menjelaskan selain sebagai peringatan Kemerdekaan RI, program bertajuk “Maca Cerpen lan Puisi Bali Online Keroyokan” juga merupakan episode ke-100 program tersebut “Maca Cerpen Online”. Program itu telah diinisiasi sejak pandemi Covid-19 merebak, sebagai salah satu sarana alternatif membumikan SBM di tanahnya sendiri.

“Sebelumnya sudah ada kegiatan serupa, namun sehari satu pembaca. (Namun), yang sekarang serentak dalam sehari dan ini untuk merayakan pembacaan yang ke-100 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia,” katanya.

Baca juga :  SMP PGRI 9 Denpasar Target Terima Tujuh Kelas Siswa Baru

Setelah diumpan ke public, program gagasannya ternyata mendapat respon yang baik dari kalangan pegiat SBM. Mereka yang mendaftar dan berpartisipasi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari penulis, jurnalis, guru, dosen, mahasiswa, hingga jero mangku. Respons yang baik itu seakan menjadi bukti bahwa SDM masih semarak dan diminati di kalangan generasi muda Bali.

Secara teknis, kegiatan ini akan menggunakan media sosial masing-masing partisipan. Mereka diberikan kesempatan membaca karya dari sastrawan Bali modern secara bebas. Para peserta diberikan sehari penuh, mulai pukul 00.01 hingga pukul 23.59 WITA.
Terkait program tak biasa ini, akademisi Sastra Bali Universitas Udayana, I Gede Gita Purnama Arsa Putra, mengaku sangat senang. Pihaknya mengapresiasi partisipasi peserta yang begitu hangat dalam membangun ekosistem SBM yang lebih baik.

Baca juga :  Gubernur Koster Ajak Generasi Penerus Gelorakan Ide dan Gagasan Sang Proklamator

Gerakan ini pun dinilai sebagai salah satu bentuk penghormatan yang nyata kepada para sastrawan Bali modern yang sejak awal “berjibaku” merambah dunia senyap SBM. “Ini penghargaan besar untuk pangelingsir (tetua) sastra Bali modern seperti Pak Made Sanggra, Pak Nyoman Manda, Pak Djelantik Santha, termasuk Pak Ajip Rosidi yang telah memberikan penghargaan Sastera Rancage bagi penulis sastra daerah,” ucap Gita Purnama.

Seperti diketahui, kehidupan SBM dapat dibilang tak begitu semarak, bahkan cenderung senyap. Di level penerbitan, sepanjang tahun 2019 tercatat hanya 13 judul buku sastra Bali modern yang terbit. 015

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.