MATARAM – Para pebalap dunia yang mengikuti tes pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah selama tiga hari sejak Jumat (11/2/2022) hingga Minggu (13/2/2022), menyukai karakter lintasan sirkuit baru yang berada di dekat pantai itu. Bagi juara dunia MotoGP enam kali, Marc Marquez, Sirkuit Mandalika bukan sirkuit yang terlalu sulit.
Meski hari pertama tes pramusim catatan waktunya kurang memuaskan, “The Baby Alien” menikmati saat memacu kuda besinya di Sirkuit Mandalika. ”Mandalika sirkuit yang menarik, bukan sirkuit yang terlalu sulit. Akan sangat asyik balapan di sini,” kata Marquez kepada media di Bandara Internasional Lombok, Senin (14/2/2022).
Pebalap Repsol Honda ini mengaku suka tikungan pertama dan keempat, serta di sektor lintasan berikutnya dia bisa memacu motornya dengan sangat cepat. ”Seperti yang kita lihat, ada flag line yang cukup kamu ikuti. Ngomong-ngomong soal flag line, sangat menarik karena saya suka tikungan pertama dan keempat,” ujarnya.
Meski hasilnya belum maksimal, Marc Marquez mengaku merasakan sesuatu yang spesial pada hari pertama tes. “Di Malaysia saya cepat, tapi tidak merasakan motornya. Sekarang saya mulai merasakan motornya dan sejumlah perubahan,” tegas dia.
Terpisah, pebalap Petronas Yamaha SRT (sekarang menjadi RNF Yamaha), Andrea Dovizioso, berujar seluruh pebalap memiliki ketakutan besar ketika memasuki trek dengan kondisi yang sangat kotor. Mengikuti pebalap lain juga menjadi hal yang sangat berbahaya, karena bisa terhantam serpihan batu dari ban motor di depannya.
“Semua orang takut, tapi pada akhirnya itu keputusan yang tepat, karena sirkuit menjadi lebih bisa diterima. Kami bisa mulai benar-benar memahami trek, lintasan dan waktu lap menjadi normal. Jadi, itu keputusan yang tepat,” kisahnya.
Meski lintasannya bagus, dia menilai tidak bisa membuat kesalahan sedikit pun. Dari sudut pandang pebalap, hal itu sangat menegangkan. Hanya, bukan sekadar kotor, tanah yang berada di trek menutupi seluruh trek.
“Masalah lain adalah ada banyak batu di lintasan, jadi ketika Anda berada di belakang pebalap lain, Anda kesakitan karena terhantam batu kecil dari semua sisi,” sambung dia.
Pertamina Mandalika International Street Circuit juga akan menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia pada 20 Maret mendatang. Andrea Dovizioso merasa pengelola sirkuit harus benar-benar memperhatikan kondisi trek jika balapan ingin tetap digelar.
“Terpenting aspal harus benar-benar bersih. Ini bisa diterima karena hanya tes, dan Anda tidak dapat balapan dengan trek seperti itu,” keluh pebalap asal Italia itu.
“Apa pun ajang balapnya, Anda tidak dapat balapan dengan kondisi seperti itu, Anda harus membersihkannya. Saya rasa mereka tidak memiliki mesin yang tepat untuk membersihkannya, tapi itu hanya prasangka saja, saya tidak tahu,” sambung Dovizioso.
Hal kedua yang dipersoalkan adalah batu. Dia berpikir pengelola bisa membersihkan dengan lebih baik dan hanya akan ada sedikit batu. “Tapi saya rasa mereka tidak bisa melakukan lebih banyak dalam sebulan,” lugasnya. rul

























