PD Swatantra Usulkan Gudang Baru, Komisi III DPRD Buleleng Minta Ditunda

  • Whatsapp
RAPAT kerja antara Komisi III DPRD Buleleng dengan mitra kerja. foto: rik

BULELENG – Komisi III DPRD Buleleng meminta agar PD Swatantra menunda pengusulan pengadaan gudang baru, sebagai tindaklanjut dari upaya pengembangan usaha yang dilakukan PD Swatantara. Anggota Komisi III DPRD Buleleng, Nyoman Gede Wandira Adi, mengatakan hal itu dalam rapat kerja Komisi III DPRD, Selasa (22/6/2021).

Rapat dipimpin Ketua Komisi III, Luh Marleni; dihadiri anggota Komisi III, Tim Ahli DPRD Buleleng, Kabag Etbang Setda Buleleng, Gede Sasnita Ariawan; Dirut PD Swatantra, Gede Bobi Suryanto; Dirut Perumda Pasar Arha Nayottama, Made Agus Yudi Arsana; dan Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana.

Bacaan Lainnya

Dirut PD Swatantra, Gede Bobi Suryanto, mengatakan, usulan gudang baru untuk menjalankan usaha lain selain perkebunan dan sewa kendaraan, dilakukan untuk mempermudah akses jalannya usaha, sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan PAD Buleleng. ‘’Seperti disampaikan, kami akan lakukan analisis baik itu dari sisi permodalan atau yang lainnya, sehingga kajiannya jelas. Ini juga untuk peningkatan usaha,’’ ujar Bobi Suryanto, ditemui usai mengikuti rapat.

Anggota Komisi III DPRD Buleleng, Wandira Adi, menyambut baik strategi PD Swatantra dalam rencana pengembangan usaha yang nanti akan bisa menambah setoran pendapatan asli daerah (PAD) ke kas daerah Kabupaten Buleleng dari usaha yang dijalankan PD Swatantara sebagai perusahaan milik Pemkab Buleleng.

Baca juga :  Huebatt Betul Kau Corona?

Hanya saja, salah satu rencana kerja, yaitu dengan membangun gudang beserta usaha lainnya dalam satu wilayah perlu adanya kajian yang lebih mendalam serta detail, terutama terkait dengan out come yang jelas dan target dari sisi ekonomi usaha tersebut.

‘’Kami harapkan segala usulan yang masuk dalam rencana kerja tahun 2022 direncanakan lebih matang, sehingga pemanfaatannya tidak berdampak pada kinerja. Rencana pembangunan gudang agar ditunda dahulu, sampai nantinya ada kajian jelas,’’ tegas Wandira Adi.

Ketua Komisi III DPRD Buleleng, Luh Marleni, menambahkan, usulan dan rencana kerja masing-masing perusahaan daerah akan dibahas kembali di Komisi III, yang nantinya dipakai masukan dalam pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Buleleng. ‘’Kami akan kembali membahas usalan itu, sesuai dengan prioritas pembangunan Buleleng,’’ pungkas Marleni. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.