Pasien Sembuh Covid-19 di Bali kembali Lebih Banyak dari Tambahan Positif

DENPASAR – Meski hanya selisih 10, penambahan harian pasien sembuh Covid-19 di Bali kembali lebih banyak dari tambahan kasus positif baru, Minggu (12/7/2020). Kabar baiknya, juga tidak ada tambahan pasien yang meninggal di hari sama.

Pemerintah Provinsi Bal melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 menyampaikan Minggu (12/7/2020), ada tambahan 57 pasien sembuh, semuanya WNI (56 TL, 1 PPDN) sehingga secara kumulatif yang telah sembuh di Bali berjumlah 1.411 orang (1.395 WNI, 16 WNA).

Bacaan Lainnya

Ke-57 yang sembuh dengan rincian Kota Denpasar terbanyak 29 orang, Kabupaten Badung 18 orang, Klungkung 6 orang, Bangli 2 orang, Tabanan 1 orang dan dari kabupaten lainnya 1 orang yang merupakan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN).

”Astungkara, pasien sembuh covid-19 meningkat terus, bahkan dalam beberapa hari terakhir ini, jumlahnya lebih banyak dari tambahan kasus baru positif. Hari ini juga tidak ada tambahan yang meninggal. Semoga ini menjadi pertanda baik,” ujar Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si.

Made Rentin juga tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat Bali agar selalu waspada, karena penularan virus ini khususnya melalui transmisi lokal (TL) masih terjadi dimana tercatat bertambah 48 orang WNI (47 TL, 1 PPDN). Rinciannya dari Kota Denpasar 37 orang, disusul Klungkung 5 orang, Gianyar 2 orang, Badung 1 orang, Buleleng 1 orang dan Karangasem 1 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif total pasien positif di Bali berjumlah 2.195 orang,” terang Rentin seraya menambahkan, kini pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) berjumlah 757 orang (755 WNI dan 2 WNA) yang dirawat di 14 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering.

Karena transmisi lokal masih menjadi momok, Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali mengajak warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

Selain itu, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. ”Kami harapkan masyarakat disiplin melakukan upaya pencegahan virus ini, terutama dalam upaya kita menekan kasus transmisi lokal,” pungkas Rentin yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Bali. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses