JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan hingga Jumat (22/5/2020) ada penambahan 219 orang yang dinyatakan sembuh, sehingga totalnya menjadi 5.057 orang.
Sementara, ada tambahan terkonfirmasi positif sebanyak 634 kasus sehingga jumlah kumulatif positif covid-19 di Indonesia sebanyak 20.796 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.326 meninggal, setelah Jumat (22/5) ada penambahan 48 orang.
”Untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih berjalan sebanyak 11.028 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) yang masih berjalan sebanyak 47.150 orang,” kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB, yang dilansir dari antaranews, Jumat (22/5/2020).
Yurianto mengatakan seluruh provinsi di Indonesia sudah terpapar Covid-19, sedangkan kabupaten dan kota yang terdampak sebanyak 395 atau naik tiga kabupaten dan kota dari hari sebelumnya.
Secara keseluruhan, pemerintah telah melakukan pemeriksaan usapan rongga mulut dengan berbagai jenis spesimen mencapai 229.334 spesimen. Hasil uji spesimen tersebut dengan menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).
Secara umum, saat ini telah dimanfaatkan sebanyak 69 laboratorium RT-PCR dan 35 laboratorium TCM yang aktif di Tanah Air. Khusus untuk hari ini, dilakukan pemeriksaan spesimen dan validasi data untuk kepentingan tracing sebanyak 9.359 spesimen.
Terkait data perkembangan kasus Covid-19 tersebut, Yurianto mengatakan hal itu menggambarkan penularan masih terjadi, bahwa di luar masih ada sumber penularannya dan di luar masih ada kelompok masyarakat yang rentan tertular serta memungkinkan terjadinya penularan disebabkan tidak mentaati protokol kesehatan yang ada.
“Lebih dari ratusan ribu spesimen diperiksa, puluhan ribu orang kemudian terinfeksi disebabkan dinamika pergerakan manusia karena pergerakan aktivitas sosialnya,” pungkas Yurianto. yes
























