DENPASAR – Sebagai cabang olahraga (Cabor) baru, setidaknya Pengprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Bali sudah memiliki 10 pelatih yang tenaganya diharapkan bisa mempercepat pengembangan olahraga bela diri kick boxing di Bali.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengprov KBI Bali, I Made Septu Hadi Dwi Darmanta yang akrab disapa Adi Angel, disela-sela penyerahan sertifikat kepelatihan yang ditandatangani Dewan Pembina PP KBI, Gde ”Demer” Sumarjaya Linggih, Minggu (15/11/2020), di markas KBI Bali, Jalan Gunung Antena, wilayah Padangsumbu Kelod, Denpasar Barat, Bali.
Sebelumnya, 10 pelatih dari lima kabupaten/kota ini (Kota Denpasar, Gianyar, Buleleng, Karangasem dan Tabanan) ini ditempa secara marathon oleh duet Pelatih Pilatus dan Siswanto yang juga selaku Wakil Ketua Umum KBI Bali, sejak Sabtu (14/11/2020).
Sebelumnya, baik Siwanto maupun Pilatus dikirim KBI Bali mengikuti penataran pelatih nasional yang digelar Pengurus Pusat (PP) KBI di Jakarta. ”Setelah dua hari penuh menjalani pelatihan dasar, saya kira para pelatih ini sudah siap memberi pembinaan di daerahnya masing-masing,” ujar Adi Angel, didampingi Agus Wijaya (Sekum KBI Bali) dan Putu Gede Darmawan (Ketua Pengkot KBI Denpasar).
Diakui, selama dua hari tersebut memang tidak cukup untuk menyerap materi yang diberikan. Karena itu, dirinya kembali membuka ruang pertemuan berikutnya bagi mereka yang mengikuti penaran kali ini. ”Minimal sekali dalam seminggu, juga memberi kesempatan bagi pelatih di kabupaten lainnya yang belum mengirimkan wakilnya saat ini,” imbuh Adi Angel.
Dalam pembinaan di daerah, para pelatih diminta sungguh-sungguh melakukannya. Dan yang terpenting, tidak menyimpang dari ”rule’ kick boxing Indonesia. ”Tantangan pasti ada, apalagi sebagai cabor baru. Karena itu, hindari hal-hal yang menyimpang dari aturan KBI,” pintanya. yes
























