KARANGASEM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop, UKM, dan Perindag) Kabupaten Karangasem merencanakan pemeliharaan untuk pasar di Karangasem pada tahun 2023 ini.
Kepala Diskop, UKM, dan Perindag Karangasem, I Gede Loka Santika, Kamis (9/2/2023) mengatakan ada pemeliharaan untuk dua dari 14 pasar yang ada. “Pasar yang mendapat pemeliharaan yakni Pasar Hewan di Bebandem, dan Pasar Pesangkan di Kecamatan Selat,” ucapnya.
Untuk Pasar Hewan Bebandem, kata dia, dibangun dua toilet. Sementara di Pasar Pesangkan pemeliharaannya karena ada kebocoran talang airnya, yang sangat mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung pasar. Instansinya mengalokasikan anggaran untuk perbaikan kedua pasar itu senilai Rp40 juta.
Santika menguraikan, 14 unit pasar yang ada di Karangasem tersebar di tiap kecamatan, kecuali di Kecamatan Manggis dan Sidemen, semuanya masih representatif. “Namun, untuk memberi kenyamanan bagi para pedagang dan pengunjung, kami tetap melakukan pemeliharaan supaya tidak keburu rusak,” terangnya.
Untuk di Kecamatan Manggis, dia menyebut Pemkab memiliki pasar eks pelabuhan kapal pesiar, yang sedang diupayakan untuk bisa difungsikan. Instansinya bersama OPD terkait telah berkomunikasi dengan perbekel dan kelian adat di Manggis, dan memutuskan jika ada masyarakat yang ingin memanfaatkan pasar tersebut pemerintah menyilakan.
Dari 14 unit pasar yang ada, direncanakan salah satu pasar direnovasi menyeluruh seperti Pasar Timur dan Barat di Karangasem. Dia mengaku memikirkan untuk pasar tematik sesuai anjuran pemerintah pusat untuk di Karangasem.
Hanya, kondisi yang ada tidak memenuhi syarat yakni memiliki lahan minimal 10.000 meter persegi, berada di jalur pariwisata, dan lahan dimiliki pemerintah yang dibuktikan dengan sertifikat kepemilikan.
“Kami mengusulkan dan langsung mengawal ke Kementerian Perdagangan untuk mendapat bantuan, tapi karena terbentur persyaratan makanya tidak bisa melanjutkan usulan. Rencananya kami dorong adalah Pasar Menange, tapi setelah ditelusuri ternyata tanahnya milik desa adat, bukan pemerintah,” bebernya.
Untuk tahun 2023, dia memasang target pendapatan dari retribusi pasar senilai Rp3,8 miliar. Target ini naik sedikit daripada target tahun 2022 yang nilainya Rp3,6 miliar. nad























